kingsheadwye.com

Dukung pencegahan karhutla, PT RHM lakukan pembasahan lahan gambut di musim kemarau

Dukung pencegahan karhutla, PT RHM lakukan pembasahan lahan gambut di musim kemarau

Minggu, 20 September 2026 22:15 WIB

Image Print

PT RHM melakukan pembasahan lahan gambut untuk mencegah karhutla. (ANTARA/HO/PT.RHM)

Palembang (ANTARA) -

PT Rimba Hutani Mas (RHM) mengoptimalkan pengelolaan tata air melalui sistem injeksi dan pembasahan lahan gambut sebagai upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Upaya menjaga kelembapan kawasan gambut dilakukan dengan memanfaatkan sumber air sungai yang ditampung dalam embung, kemudian dipompa melalui jaringan tata air menuju kanal serta area yang membutuhkan pasokan air.

Expert Water Management PT RHM, Fran Niko P, mengatakan pengelolaan tata air dilakukan secara adaptif menyesuaikan kondisi hidrologi dan ketersediaan sumber air di setiap lokasi operasional.

“Menjaga gambut tetap lembap menjadi kunci utama mengurangi risiko kebakaran. Saat cadangan air menurun, kami memindahkan air dari lokasi yang masih memiliki ketersediaan menuju area rawan,” ujar Niko di Musi Banyuasin.

Niko menjelaskan air yang dialirkan ditampung pada kanal, embung, maupun water trap. Keberadaan penampungan tersebut mempermudah akses sumber air untuk pembasahan berkala maupun penanganan cepat jika terjadi karhutla.

Pengelolaan tata air ini merupakan bagian dari strategi penanggulangan karhutla perusahaan yang mengacu pada empat pilar utama, yaitu persiapan (preparation), pencegahan (prevention), deteksi dini (early detection), dan respons cepat (rapid response).

Selain injeksi air, PT RHM juga mengoperasikan sekat kanal untuk mengatur dan menahan tinggi muka air gambut, khususnya pada wilayah yang dipengaruhi pasang surut air laut.

Untuk mendukung distribusi air di lapangan, perusahaan menyiagakan sejumlah armada pompa berkapasitas tinggi, di antaranya pompa sentrifugal berkapasitas 18.000 liter per menit, pompa aksial berkapasitas 12.000 liter per menit, serta pompa bazoka berkapasitas 2.400 liter per menit untuk area berskala spesifik.

Pemilihan jenis pompa disesuaikan dengan kontur medan, jarak distribusi, dan ketersediaan sumber air di lokasi target.

“Pengelolaan air di kawasan gambut tidak hanya untuk pencegahan karhutla, tetapi juga menjaga ekosistem gambut secara berkelanjutan selama periode musim kering,” kata Niko.

Pewarta: Pewarta Sumsel
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026