kingsheadwye.com

DVI Mulai Kesulitan Identifikasi Jasad Korban KM Virgo

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Disaster Victim Identification (DVI) mulai mengalami kesulitan dalam proses identifikasi korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik dan tenggelam di Perairan Masalembo, Laut Jawa, Kalimantan Selatan (Kalsel)

Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes dr Much Sofwan mengatakan kendala yang dihadapi dalam proses identifikasi ini berkaitan dengan kondisi jenazah korban saat ditemukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi pada prinsipnya dengan ditemukannya jenazah kapal Virgo ini di atas hari kelima, pasti banyak penyulitnya, terutama penyulitnya adalah proses pembusukan," kata Sofwan dalam konferensi pers, Senin (28/9).

Sofwan menerangkan saat jenazah sudah mengalami pembusukan, akan ada kendala dalam proses identifikasi.

"Pertama perubahan wajah, kemudian dari sidik jari itu juga susah dikenali. Kemudian juga mungkin ada beberapa yang mungkin alat geraknya yang hilang, pasti akan mempengaruhi tingkat kesulitan. Sehingga perlu kita ketahui, makin ke sini ke sini proses identifikasi agak sedikit lama," ucap dia.

Sementara itu, Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes dr Wahyu Hidayati mengamini bahwa proses identifikasi korban saat ini sedikit melambat, dibandingkan saat awal kejadian.

"Tidak seperti yang hari pertama dengan sidik jari bisa cepat ketemu gitu. Tetapi setelah tiga hari, empat hari, lima hari itu sidik jari sudah mulai tidak bisa dapat. Lalu kita mengandalkan pada ciri gigi, ciri fisik dan pakaian atau properti perhiasan yang ada pada jenazah," tutur dia.

Terlebih, kata Wahyu, banyak jenazah korban yang ditemukan tanpa ada kartu identitas. Bahkan, ada beberapa jenazah korban yang pakaiannya sudah terlepas, sehingga tidak bisa langsung teridentifikasi.

"Nah, hal-hal seperti itu yang menyulitkan kita untuk mencocokkan gitu," ujarnya.

Karenanya, Wahyu menyebut pihaknya mengandalkan tes DNA untuk mengidentifikasi jenazah korban KM Virgo. Namun, kata Wahyu, tes DNA ini cukup memakan waktu, sehingga proses identifikasi menjadi lebih lama.

"Kita terakhir nanti kita berharap pada DNA. Tapi DNA itu butuh waktu. Ini kan datangnya kan periodik toh, datang lima, datang tujuh, datang sebelas, nah seperti itu sehingga kita pengiriman DNA-nya ke Jakarta juga kan periodik gitu kan.

"Nah sedangkan pemeriksaan DNA juga butuh waktu, minimal lima hari begitu. Nah sehingga ya kami mohon bersabar bahwa semua proses kita laksanakan sekuatnya," tutur dia.

"Bahkan kita Sabtu Minggu kita kerja tetap. Makanya ini dapat sampai 16 karena Sabtu Minggu juga kita kerjakan untuk proses identifikasi. Kita berusaha agar semua jenazah yang hari ini diterima, hari ini selesai kita periksa. Baru kita lakukan pembandingan-pembandingan," sambungnya.

Sebelumnya, pada Senin kemarin, tim DVI kembali mengidentifikasi 16 jenazah korban tenggelamnya KM Virgo. Dengan demikian, total sudah ada 41 jenazah korban yang berhasil diidentifikasi.

"Demikian jumlah total yang telah teridentifikasi sampai dengan hari Senin, 28 September adalah 41 orang. Dan yang belum teridentifikasi sebanyak 29 orang dari seluruh jenazah yang diterima Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin total 70 orang sampai hari ini diumumkan," kata Sofwan kepada wartawan.

Sementara itu, Basarnas melaporkan hingga Senin kemarin, tercatat 179 korban telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan 71 orang meninggal dunia. Sementara itu, 64 orang masih dalam pencarian dari total manifest 243 orang.

(dis/wis)