kingsheadwye.com

Ekonomi Kalimantan Timur tumbuh 3,35 persen ditopang pertambangan - ANTARA News Kalimantan Timur

Yogyakarta (ANTARA) - Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada triwulan II-2026 tumbuh sebesar 3,35 persen secara tahunan (year on year/yoy), mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, terutama ditopang dari pertumbuhan sektor pertambangan.

"Pertumbuhan ekonomi Kaltim terutama didorong perbaikan kinerja sektor pertambangan dan ekspor, seiring menguatnya permintaan batu bara dari sejumlah negara mitra dagang," ujar Deputi Kepala BI Kaltim Bayuadi Hardyanto saat Training of Trainers Wartawan Kaltim, di Yogyakarta, Kamis.

Pada periode tersebut ekonomi Kaltim masih menjadi penyumbang terbesar perekonomian regional Kalimantan dengan pangsa mencapai 46,70 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi regional Kalimantan tercatat 4,10 persen, dan nasional sebesar 5,29 persen.

Dari sisi lapangan usaha, katanya lagi, pertambangan dan penggalian masih menjadi penopang utama ekonomi Kaltim, dengan pertumbuhan 1,43 persen secara tahunan dan pangsa mencapai 33,45 persen.

BI Kaltim menyebut pertumbuhan pertambangan kembali positif seiring persetujuan rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB), serta peningkatan permintaan negara mitra dagang yang mendukung pemulihan produksi batu bara.

Sektor industri pengolahan juga tumbuh 2,28 persen dengan pangsa 19,39 persen. Pertumbuhan sektor tersebut ditopang oleh masih kuatnya aktivitas pengolahan meskipun terjadi pengurangan pasokan tandan buah segar (TBS) pada sebagian produsen.

Sementara sektor konstruksi tumbuh 2,79 persen dengan pangsa 11,65 persen. Perlambatan terjadi seiring transisi rencana detail master plan (RDMP) menuju tahap operasional sehingga pembangunan fisik sejumlah proyek berkurang.

"Di sektor pertanian, pertumbuhan tercatat 3,35 persen dengan pangsa 9,49 persen. Namun, penurunan harga TBS sempat mengurangi keuntungan petani dan mendorong sebagian petani menunda panen sehingga memengaruhi aktivitas perkebunan sawit," katanya.

Dari sisi pengeluaran, ekspor menjadi salah satu sumber pertumbuhan dengan kenaikan 6,72 persen secara tahunan dan pangsa 128,86 persen, sejalan membaiknya permintaan negara mitra dagang serta perbaikan pasokan batu bara setelah persetujuan RKAB.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,07 persen dengan pangsa 17,22 persen, sementara pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 2,29 persen dengan pangsa 34,36 persen.

"Adapun konsumsi pemerintah terkontraksi 0,83 persen dengan pangsa 4,28 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi melambatnya transfer ke daerah, sehingga ruang belanja pemerintah menjadi lebih terbatas," kata Bayuadi.

Pewarta: Rahmad
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.