kingsheadwye.com

Ekonomi Kepri triwulan II tumbuh 6,99 persen, tertinggi di Sumatera

Ekonomi Kepri triwulan II tumbuh 6,99 persen, tertinggi di Sumatera

Rabu, 5 Agustus 2026 18:11 WIB

Image Print

Plt Kepala BPS Kepri Margaretha Ari Anggorowati. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - BPS mencatat perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) triwulan II-2026 secara year on year (y-on-y) tumbuh sebesar 6,99 persen atau menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera dan tertinggi ketiga secara nasional.

"Perekonomian Kepri di triwulan II-2026 tumbuh tinggi, dan berkontribusi sebesar 7,18 persen untuk pertumbuhan ekonomi se-Sumatera," kata Plt Kepala BPS Kepri Margaretha Ari Anggorowati di Tanjungpinang, Rabu.

Ia menyampaikan dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi di triwulan II ini didorong oleh kategori industri pengolahan dengan andil pertumbuhan sebesar 2,55 persen. Industri pengolahan di Kepri sebagian besar terpusat di Kota Batam, lalu sebagian lainnya tersebar di Kabupaten Bintan dan Kabupaten Karimun.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, kata dia, motor pertumbuhan ekonomi Kepri didorong oleh aktivitas investasi yang tumbuh sebesar 24,08 persen, dengan andil pertumbuhan sebesar 10,2 persen.

"Perekonomian Kepri triwulan II-2026 yang diukur berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp104,81 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp59,07 triliun," ujarnya.

Margaretha melanjutkan pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan II (y-on-y), jadi yang tertinggi di Pulau Sumatera diikuti Lampung di posisi kedua tumbuh sebesar 5,29 persen, lalu Sumatera Selatan di posisi ketiga tumbuh sebesar 5,20 persen.

Sedangkan di level nasional berada di peringkat ketiga tertinggi, setelah Nusa Tenggara Barat di peringkat kedua, dan Maluku Utara di peringkat pertama yang tumbuh sebesar 15,35 persen.

"Ini menandakan kalau perekonomian Kepri tetap terjaga di triwulan II 2026," ujar Margaretha.

Secara terpisah, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan pemerintah daerah terus berupaya mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, salah satunya dengan menggenjot investasi sebesar Rp86 triliun di tahun 2026. Sementara hingga Juni 2026, realisasi investasi di Kepri sudah mencapai Rp40 triliun.

Ia menyampaikan ada beberapa target investasi besar di Kepri tahun ini guna mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru, antara lain pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam melalui Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Kemudian, rencana investasi baru di Bintan, seperti pembangunan kawasan industri petrokimia di Pulai Poto, dan pengembangan industri baja di Pulau Numbing.

Selain itu, pemerintah pusat dan daerah juga mendorong realisasi investasi KEK Thiansan di Kabupaten Lingga, yang sudah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Berikutnya, rencana pengembangan industri rumput laut di Dabo Singkep, Lingga, dengan target mencapai 5.000 hektare. Kawasan ini dikelola investor lokal asal Jawa Barat.

Pengembangan industri rumput laut juga turut digesa di Kabupaten Anambas, dengan target penjualan 300 ribu ton per tahun.

"Industri rumput laut didukung penuh pemerintah pusat, karena berdampak positif bagi masyarakat, terutama bagi ibu-ibu bisa bekerja dan menambah penghasilan mereka," ucap Ansar.

Gubernur Ansar memastikan pemerataan investasi menyasar seluruh kabupaten/kota se-Kepri supaya pertumbuhan ekonomi merata dinikmati seluruh wilayah setempat.

Pewarta : OGN
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.