Elnusa optimalkan aset hulu migas demi perkuat ketahanan energi RI
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan subholding upstream PT Pertamina (Persero), PT Elnusa Tbk (ELSA) mendorong peningkatan produksi dan efisiensi operasi hulu minyak dan gas (migas), sebagai upaya semakin memperkuat ketahanan energi nasional.
Optimalisasi aset hulu migas tersebut dilakukan melalui integrasi kapabilitas teknologi, engineering, operational services, serta chemical solutions.
"Target peningkatan produksi minyak nasional membutuhkan orkestrasi seluruh kapabilitas dalam ekosistem hulu. Elnusa mengambil peran melalui integrasi teknologi, kompetensi, dan eksekusi operasional agar setiap solusi yang kami hadirkan dapat memberikan kontribusi terukur terhadap peningkatan produktivitas aset," ujar Corporate Secretary ELSA Rustam Aji, dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu.
Rustam mengatakan perseroan melihat peluang tersebut bukan hanya sebagai pengembangan bisnis, namun sebagai bagian dari kontribusi terhadap agenda ketahanan energi nasional.
Ia melanjutkan penguatan kapabilitas tersebut sejalan dengan peran perseroan sebagai integrated energy services company yang memiliki kompetensi pada jasa hulu migas terintegrasi, distribusi dan logistik energi, serta jasa penunjang migas.
"Integrasi lintas kapabilitas memungkinkan perseroan untuk menangkap peluang bisnis yang lebih luas, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap kebutuhan strategis Pertamina," ujar Rustam.
Adapun salah satu kapabilitas strategis dijalankan melalui anak usaha yaitu PT Elnusa Petrofin, yang mengembangkan integrated chemical services termasuk specialty chemical, drilling fluid, dan enhanced oil recovery (EOR).
"Elnusa tidak hanya berperan sebagai penyedia material pendukung, tetapi berkembang sebagai bagian dari solusi untuk menjaga production performance, flow assurance, asset integrity, hingga optimalisasi produktivitas minyak," ujar Rustam.
Dalam ekosistem Grup Pertamina, Rustam menjelaskan perseroan berkolaborasi dengan Pertamina Technology & Innovation (TI) dalam pengembangan dan implementasi solusi chemical untuk enhanced oil recovery, yang mempertemukan kapabilitas riset dan pengembangan teknologi dengan kemampuan implementasi, engineering, dan operasional di lapangan.
"Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan pengembangan solusi chemical enhanced oil recovery (CEOR), termasuk Project CEOR Rama yang dilaksanakan pada 8 Juli 2026," ujar Rustam.
Sementara itu, Portofolio Integrated Chemical Services perseroan mencakup fluid separation, flow assurance, asset integrity assurance, water treatment, drilling fluid, hingga EOR.
Rustam menjelaskan kapabilitas tersebut telah diterapkan pada berbagai aset upstream Pertamina Group di Regional 1, 2, dan 3, seperti Pertamina Hulu Rokan, Pertamina EP, Pertamina Hulu Mahakam, serta diperkuat dengan pengembangan specialty chemical serta peningkatan kandungan lokal, sehingga membuka peluang value creation yang lebih besar bagi ekosistem hulu.
Rustam mengatakan bahwa optimalisasi aset hulu migas Elnusa sejalan dengan agenda pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak nasional hingga 1 juta barel per hari pada tahun 2030.
Kementerian ESDM menegaskan bahwa pencapaian target tersebut membutuhkan optimalisasi produksi melalui teknologi, reaktivasi sumur idle, serta pengembangan potensi migas baru. Enhanced Oil Recovery menjadi salah satu teknologi yang didorong untuk meningkatkan perolehan minyak dari lapangan yang telah berproduksi.
Baca juga: Elnusa Petrofin mempercepat distribusi BBM pascagempa NTT
Baca juga: Elnusa catat laba bersih melonjak 29 persen pada Semester I 2026
Baca juga: Elnusa catat laba bersih Rp718 miliar sepanjang 2025
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.