Emas untuk Indonesia dari lifter Rahmat Erwin Abdullah
Emas untuk Indonesia dari lifter Rahmat Erwin Abdullah
Minggu, 27 September 2026 07:44 WIB
Lifter putra Indonesia Rahmat Erwin Abdullah berpose dengan medali emas yang diraihnya pada angkat besi kelas 75 kilogram Asian Games 2026 di Nagoya City Trade and Industry Center, Nagoya, Aichi, Jepang, Sabtu (26/9/2026). Rahmat Erwin Abdullah meraih medali emas setelah berada di posisi pertama sekaligus memecahkan rekor dunia kelas 75 kilogram untuk total angkatan 366 kilogram dan clean and jerk 206 kilogram. ANTARA FOTO/Fauzan/nym.
Jakarta (ANTARA) - Rahmat Erwin Abdullah kembali mengangkat nama Indonesia ke podium tertinggi Asian Games.
Tiga tahun setelah meraih emas di Hangzhou, China, atlet angkat besi itu mengulangi pencapaiannya di Asian Games 2026 di Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang. Bedanya, kali ini Rahmat tampil di kelas 75 kilogram putra, setelah sebelumnya berjaya di kelas 73 kilogram putra.
Asian Games 2022 memang digelar setahun lebih lambat, yakni pada 2023, akibat penundaan. Namun, jeda waktu itu tidak mengubah satu hal dari Rahmat, yakni konsistensinya di panggung terbesar olahraga Asia.
Di Nagoya, konsistensi tersebut kembali berbuah emas. Lebih dari itu, Rahmat juga mencatatkan rekor yang membuat penampilannya menjadi semakin istimewa. Bukan hanya rekor Asia, tetapi juga rekor dunia.
Dua kali tampil di Asian Games, dua kali pula Rahmat pulang membawa emas. Dua kali pula ia meninggalkan jejak yang lebih panjang daripada sekadar medali di leher.
Di Nagoya, Rahmat mencetak rekor dunia clean and jerk di kelas 75 kilogram putra dengan angkatan 206 kilogram. Ia juga membukukan rekor dunia total angkatan dengan catatan 366 kilogram.
Sementara itu, lifter Korea Utara, Ri Chong-song, berhasil mencatatkan rekor dunia snatch di kelas yang sama dengan angkatan 162 kg. Meski demikian, hasil tersebut belum cukup untuk membawanya ke posisi teratas. Ri kalah dalam total angkatan dari Rahmat dan lifter Thailand, Weeraphon Wichuma, setelah gagal menyamai raihan kedua pesaingnya di sesi clean and jerk.
Rahmat pun keluar sebagai peraih emas, disusul Weeraphon dengan medali perak, sementara Ri harus puas membawa pulang perunggu.
Adu kuat angkat besi dalam nomor ini memang sungguh sengit, karena dibarengi dengan beberapa kali pemecahan rekor dunia dan Asian Games.
Dalam angkatan snatch, terjadi dua kali pemecahan rekor dunia, dan sekali rekor Asian Games. Ri dan Weeraphon bergantian memecahkan rekor dalam jenis angkatan ini.
Keseruan lebih gila terjadi pada angkatan clean and jerk, dan total angkatan, yang masing-masing terjadi lima kali pemecahan rekor dunia, termasuk oleh Rahmat, masing-masing dua kali dalam clean and jerk, dan dua kali dalam total angkatan.
Gagal ke Olimpiade
Sebelum Asian Games 2022, tepatnya pada 9 Desember 2022 di Bogota, Kolombia, Rahmat memecahkan rekor dunia dan rekor Asia untuk clean and jerk pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2022. Rekor tersebut sebelumnya dipegang oleh lifter China, Shi Zhiyong.
Saat itu, Rahmat berhasil mengangkat beban 200 kg, satu kilogram lebih berat daripada rekor Shi pada Kejuaraan Dunia 2021 di Tashkent, Uzbekistan.
Sayangnya, Rahmat gagal tampil pada Olimpiade Paris 2024 setelah secara mengejutkan tidak lolos kualifikasi. Ia kalah bersaing dari Rizki Juniansyah yang berjaya di kelas 73 kg putra pada Piala Dunia Angkat Besi 2024 di Phuket, Thailand.
Aturan kualifikasi saat itu melarang dua lifter dari negara yang sama berlaga di kelas yang sama pada Olimpiade 2024. Padahal, Rahmat juga sukses menyabet medali perak dan perunggu pada ajang Piala Dunia di Phuket tersebut.
Rahmat pun terpaksa hanya menjadi penonton di Olimpiade Paris 2024. Padahal, pada edisi Olimpiade Tokyo 2020 (yang digelar pada 2021), ia sukses mempersembahkan medali perunggu bagi Indonesia.
Pada Olimpiade Paris 2024, Rizki berhasil meraih medali emas, satu dari dua medali emas yang diraih Indonesia selain dari cabang olahraga panjat tebing.
Kini, dalam Asian Games 2026, , angkat besi menjadi cabang olahraga kedua yang mempersembahkan medali emas bagi Indonesia. Capaian ini membuka kembali kran emas Indonesia setelah tim beregu putra bulu tangkis mengakhiri penantian emas selama lima hari.
Medali emas yang diraih Rahmat di kelas 73 kg putra ini merupakan salah satu dari tiga emas yang pernah diraih Indonesia dari cabang angkat besi sepanjang keikutsertaan di Asian Games.
Satu medali emas lainnya disumbangkan oleh lifter senior sekaligus legenda angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan, yang turun di kelas 62 kg pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.
Inspirasi untuk semua
Hal luar biasa dari pencapaian Rahmat Erwin Abdullah adalah sikap pantang menyerah dan penolakannya untuk terus dibayangi rasa menyesal setelah gagal membela Indonesia pada Olimpiade 2024.
Dia berhasil mengobati kekecewaannya itu dengan menyabet medali emas 73kg dari Kejuaraan Asia 2025, dan kemudian medali emas 88kg putra pada SEA Games 2025 di Thailand.
Setahun kemudian di Nagoya, Rahmat kembali mengukir prestasi dengan meraih medali emas Asian Games untuk kedua kalinya. Sebuah ketangguhan mental dan tekad kuat untuk konsisten di level puncak yang patut diteladani siapa pun.
Konsistensi, tekad, dan kepercayaan diri tersebut lahir dari tempaan panjang pengalaman kompetisi yang penuh liku. Rahmat juga merupakan pemegang medali emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021 dan 2022.
Lifter kelahiran 13 Oktober 2000 ini melakoni debut internasionalnya pada Kejuaraan Dunia Junior 2017 di Bangkok, Thailand, saat turun di kelas 69 kg. Jam terbang yang panjang itu menggembleng dirinya menjadi atlet berjiwa petarung dan pemenang.
Tak kalah penting, faktor keluarga turut membentuk karakter Rahmat. Ia adalah putra tunggal dari Erwin Abdullah, lifter peraih medali perak Asian Games 2002. Ibunya, Ami Asun Budiono, juga mantan lifter nasional yang mempersembahkan medali emas bagi Indonesia pada SEA Games 1995.
Maka tak heran, usai mempersembahkan medali emas kedua bagi Indonesia di Asian Games 2026, Rahmat mempersembahkan kemenangan ini untuk keluarganya.
"Untuk anak, istri, dan orang tua di rumah," ujarnya kepada awak media.
Keluarganya tentu bangga, sama bangganya dengan masyarakat Indonesia yang menyaksikan atlet kebanggaannya bertarung sengit demi menjadi yang terbaik di panggung sekelas Asian Games 2026.
Perjuangan Rahmat niscaya menginspirasi dan memotivasi atlet-atlet Indonesia lainnya di Nagoya untuk mengikuti jejak suksesnya, sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh tim bulu tangkis putra dua hari sebelumnya.
Baca juga: Presiden IWF terpukau dengan aksi Rahmat Erwin
Baca juga: Lifter remaja Indonesia cetak rekor dunia
Baca juga: Rizki Juniansyah pecahkan dua rekor dunia di SEA Games
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor: Rajib Rizali
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.