kingsheadwye.com

Erdogan Kecam Pelarangan Mahmoud Abbas Hadiri Sidang Umum PBB |Republika Online

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat menyampaikan pidato kemenangan di Istana Kepresidenan, Ankara,, Ahad (28/5/2023). setelah unggul dalam pemilu putaran kedua dengan memperoleh suara 52,16 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan kepada negara-negara di seluruh dunia untuk mengakui negara Palestina pada Rabu(22/9/2026). Erdogan menegaskan, Turki akan terus menyuarakan kemerdekaan rakyat Palestina di panggung internasional.

Saat berpidato dalam Sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Erdogan mengecam keputusan pemerintah Amerika Serikat yang menghalangi Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk menghadiri pertemuan tersebut. Ia menyebut tindakan itu sebagai "sebuah ketidakadilan, bentuk penindasan, dan noda hitam."

Presiden Turki menyatakan bahwa pemerintah Israel terus menolak upaya penghentian pembantaian di Gaza. Selain itu, Israel enggan melangkah ke fase kedua dari rencana yang diusung Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Ia memperingatkan, dunia sedang menghadapi "mentalitas berakar genosida yang tidak pernah merasa puas," seraya menggambarkan situasi saat ini yang semakin berbahaya.

Erdogan turut mengkritik ketidakmampuan PBB dalam menghentikan pertumpahan darah di Palestina, Sudan, dan Lebanon. Ia menilai lembaga internasional tersebut telah gagal menjalankan sejumlah tanggung jawab paling mendasarnya.

Emir Qatar: Palestina menjadi 'Titik Buta' tatanan dunia

Sementara itu, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menyatakan bahwa tidak akan ada tatanan internasional yang benar-benar adil selama Palestina terus menjadi "titik buta" di dalamnya.

Berbicara di hadapan Majelis Umum PBB, Sheikh Tamim menegaskan, Qatar akan terus melanjutkan upaya mediasi guna memperkuat gencatan senjata di Gaza serta membuka jalan menuju perdamaian abadi.

Kendati demikian, ia memperingatkan bahwa pihak-pihak yang menganggap pengungsian paksa warga Palestina sebagai solusi dapat berupaya menghalangi pelaksanaan gencatan senjata di Jalur Gaza.