kingsheadwye.com

Erupsi Anak Krakatau, Gubernur Banten imbau warga tetap tenang

Erupsi Anak Krakatau, Gubernur Banten imbau warga tetap tenang

Minggu, 6 September 2026 20:37 WIB

Image Print

Gubernur Banten Andra Soni usai meninjau Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Kabupaten Serang, Banten, Minggu (6/9/2026). (ANTARA/Desi Purnama Sari)

Serang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni memastikan bahwa rangkaian erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi baru-baru ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap tenang.

Penegasan tersebut disampaikan Andra usai meninjau Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Kabupaten Serang, Minggu, bersama instansi terkait termasuk Badan Geologi dan BMKG. Menurutnya, morfologi tubuh Gunung Anak Krakatau saat ini jauh lebih landai dibandingkan saat memicu tsunami pada 2018.

"Indikasi kenapa sekarang tidak terjadi tsunami, ukuran badannya jauh dengan 2018. Waktu 2018 tingginya kurang lebih di atas permukaan laut itu 300 sekian meter. Kalau sekarang, berdasarkan keterangan Badan Geologi masih landai," kata Andra.

Meski dipastikan aman dari ancaman tsunami, aktivitas erupsi yang sempat berlangsung terus-menerus selama 24 jam membuat Pemerintah Provinsi Banten memberlakukan sejumlah langkah mitigasi dan kewaspadaan untuk melindungi warga dari bahaya abu vulkanik, Pemprov bergerak cepat menyalurkan pelindung pernapasan.

"Alhamdulillah, tadi saya sampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk mendistribusikan 5.000 dus masker kepada kabupaten dan kota, untuk didistribusikan kepada masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Andra juga meminta kabupaten kota untuk melakukan penyiapan jalur evakuasi serta ketersediaan tempat pengungsian sebagai langkah antisipasi. Nelayan, wisatawan, dan masyarakat umum juga dilarang keras mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi.

"Untuk pembatasan aktivitas luar ruang masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan wajib menggunakan masker serta kacamata jika terpaksa keluar rumah," ujarnya.

Pihaknya menegaskan Pemerintah Provinsi Banten bersama pemerintah kabupaten/kota akan terus memantau aktivitas vulkanik ini secara ketat. Masyarakat diminta tidak mudah terpancing isu tidak berdasar dan hanya merujuk pada pembaruan informasi dari kanal resmi Badan Geologi maupun BPBD setempat.