FIFA Tuding UEFA Lancarkan Kampanye Fitnah terhadap Infantino |Republika Online
Presiden FIFA Gianni Infantino.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perseteruan FIFA dan UEFA terkait rencana investasi swasta dalam proyek komersial Piala Dunia semakin terbuka. FIFA menuding UEFA tidak hanya menempuh jalur hukum, tetapi juga menjalankan kampanye untuk merusak kredibilitas organisasi sepak bola dunia tersebut dan Presiden FIFA Gianni Infantino.
Tudingan itu disampaikan FIFA dalam dokumen yang diajukan ke pengadilan Amerika Serikat (AS), sebagai respons atas permintaan UEFA untuk membuka sejumlah dokumen terkait rencana FIFA Forward Enterprise (FFE). FIFA menyebut langkah UEFA sebagai bagian dari "kampanye fitnah" terhadap kepemimpinan organisasi. UEFA diduga menggunakan media dan media sosial untuk menyerang kredibilitas Infantino.
"Alih-alih berpartisipasi dalam proses demokrasi tersebut, UEFA mengeluarkan siaran pers -- awal dari kampanye fitnah selama beberapa pekan terhadap FIFA dan kepemimpinannya," kata FIFA dalam dokumen yang dilihat BBC.
FIFA menegaskan, FFE pada dasarnya masih merupakan sebuah usulan. Rencana tersebut, menurut FIFA, hanya dapat berjalan jika mendapat dukungan mayoritas asosiasi anggota dan persetujuan Dewan FIFA.
FIFA kemudian mengaitkan penolakan UEFA dengan kepentingan ekonomi dalam sepak bola Eropa. FIFA menilai penguatan pendanaan bagi negara-negara dengan sepak bola yang lebih kecil berpotensi meningkatkan persaingan global dan pada akhirnya mengurangi dominasi UEFA dalam kompetisi dan pasar sepak bola.
"Jika sepak bola diperkuat di negara berkembang, persaingan global meningkat, yang pada akhirnya mengurangi kekuatan pasar UEFA dan memberikan lebih banyak persaingan untuk turnamen unggulannya," tulis FIFA.
Di tengah perselisihan tersebut, sejumlah asosiasi anggota Eropa tetap mengikuti dan berpartisipasi dalam ajang yang diselenggarakan FIFA. Hal itu menjadi bagian dari argumen bahwa sikap UEFA tidak serta-merta merepresentasikan seluruh federasi sepak bola di Eropa.
Seperti di Piala Dunia Wanita U-20 di Polandia, sejumlah negara yang dilaporkan menentang Infantino dan menyatakan boikot terhadap FIFA ambil bagian. Selain Polandia sebagai tuan rumah, ada Spanyol, Italia, Inggris, Prancis, dan Portugal yang ambil bagian.