Gandhi Fernando Produseri Iyus Jenius demi Selamatkan Genre Musikal Anak
Liputan6.com, Jakarta - Gandhi Fernando mengambil langkah berbeda di tengah dominasi film horor yang meramaikan bioskop Indonesia. Ia memilih memproduseri film musikal anak bertajuk Iyus Jenius yang dijadwalkan tayang mulai 10 September 2026.
Keputusan tersebut berangkat dari keresahan Gandhi terhadap minimnya variasi tontonan keluarga di layar lebar. Ia ingin menghadirkan genre yang jarang disentuh produser sekaligus menjaga keberagaman dalam industri perfilman Tanah Air.
"Ya, karena aku pengen melawan arus, film yang jarang banget dibuat," kata Gandhi Fernando di Cinepolis Mal Nusantara, Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Meski masih aktif menggarap sejumlah proyek film horor, Gandhi merasa industri perfilman Indonesia tetap membutuhkan karya dengan warna berbeda. Menurutnya, keberadaan film dengan beragam genre akan memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat saat ingin menonton di bioskop.
"Meskipun aku tetap bikin film horor, tapi aku tetap pengen bikin sesuatu yang berbeda gitu. Jadi, supaya tetap ada keberagaman di industri film Indonesia," ujarnya.
Film Iyus Jenius menjadi salah satu cara Gandhi untuk kembali menghidupkan semangat film anak yang belakangan semakin jarang ditemukan. Ia pun memberikan perhatian besar terhadap proyek tersebut agar pesan positif yang dibawa film dapat tersampaikan kepada penonton.
"Jadi salah satunya adalah Iyus Jenius ini yang di-project aku," katanya.
Ide pembuatan Iyus Jenius bermula dari obrolan antara tim produser yang sudah memiliki hubungan pertemanan sejak lama. Adnan Djani mengungkapkan kedekatannya dengan keluarga Papa T. Bob menjadi salah satu pemicu lahirnya gagasan untuk mengangkat karya sang maestro ke layar lebar.
"Jadi awal mula ini kita kebetulan saya sama T. Bob itu teman SD. Dan dari SD, T. Bob sudah menjadi anaknya Bapak T. Bob," ungkap Adnan.
Dari obrolan tersebut, muncul keinginan membuat persembahan bagi mendiang Papa T. Bob yang sepanjang kariernya dikenal lewat karya-karya untuk anak-anak. Gagasan itu kemudian berkembang menjadi proyek film yang membawa semangat sang maestro ke dalam medium audio visual.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
"Jadi suatu ketika T. Bob lagi ceritain tentang lagu-lagu-lagunya Papa. Dan di situ kita bilang, 'Bob mungkin sedikit banyak apa yang kita bisa lakukan, kita bisa bikin tribute kali ya untuk mengenang lagu-lagu itu,'" jelas Adnan.