Garuda International Cup Pengalaman Berharga Bagi Southridge Admirals, Kisah Keluarga Filipina yang Punya Ikatan dengan Indonesia
Salah satunya dirasakan Berlany Poticano, ibu salah satu pemain Southridge Admirals, Francis Poticano. Meski kini menetap di Filipina dan berkewarganegaraan Filipina, Berlany memiliki hubungan erat dengan Indonesia karena dirinya lahir di Tanah Air.
Berlany merupakan putri dari ibu yang berasal dari Palembang. Sementara ayahnya merupakan seorang pekerja yang pernah menjalani aktivitasnya di Indonesia. Karena itu, Berlany dan keluarganya memiliki kenangan serta hubungan yang cukup dekat dengan Indonesia.
"Saya orang Filipina, lahir di Indonesia. Ibu saya dari Palembang," kata Berlany saat ditemui AKURAT.CO, dalam rangkaian Garuda International Cup 2026di Asiop Training Ground, Sentul, Jawa Barat, Rabu (19/8/2026).
Hubungan tersebut membuat Berlany masih beberapa kali datang ke Indonesia untuk mengunjungi keluarga. Ia menyebut sejumlah kerabatnya masih berada di Palembang maupun Jakarta, meski aktivitasnya kini lebih banyak dijalani di Filipina.
Kedekatan dengan Indonesia itu pula yang membuat keikutsertaan putranya bersama Southridge Admirals di Garuda International Cup terasa berbeda.
https://akurat.co/bola/806676/resmi-dimulai-garuda-international-cup-dipantau-langsung-indra-sjafri-simon-tahamata-dan-nova-arianto
Terlebih, bagi Francis dan sejumlah pemain lainnya, turnamen tahun ini menjadi salah satu kesempatan terakhir mereka tampil bersama tim sekolah sebelum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Ini international tournament untuk tim kami. Mereka adalah varsity players di sekolah Southridge. Ini tahun terakhir untuk anak saya dan beberapa pemain lainnya karena mereka nanti akan kuliah," ujar Berlany.
Garuda International Cup 2026 juga bukan pengalaman pertama bagi Francis. Southridge Admirals sebelumnya pernah ambil bagian dalam turnamen tersebut dua tahun lalu setelah tidak mengikuti edisi tahun sebelumnya karena memiliki agenda pertandingan lain di Filipina.
Menurut Berlany, tidak banyak perubahan mendasar yang ia rasakan ketika kembali mengikuti turnamen ini. Namun, kualitas lawan yang dihadapi tetap menjadi bagian penting dari pengalaman para pemain muda Southridge Admirals.
"Ini pengalaman yang sangat bagus. Mereka bertemu tim-tim yang bagus dalam kompetisi," tuturnya.
Berlany melihat pertandingan melawan tim-tim Indonesia maupun peserta dari negara lain sebagai tantangan yang justru dibutuhkan anaknya dan rekan-rekannya. Persaingan tersebut diharapkan dapat membuat para pemain berkembang dan tampil lebih baik dalam pertandingan berikutnya.
"Ini sangat menantang untuk tim kami. Ini akan membantu anak-anak kami untuk benar-benar bermain dengan baik dan melakukan yang lebih baik," katanya.
Bagi Berlany, perjalanan Francis bersama Southridge Admirals di Garuda International Cup 2026 juga menyimpan kemungkinan lain di masa depan. Jika sang anak nantinya memutuskan melanjutkan karier sebagai pesepakbola profesional, Indonesia bukan tempat yang asing bagi keluarganya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan Francis bermain di Indonesia suatu hari nanti, Berlany tidak menutup peluang tersebut. "Bisa, bisa," ujarnya.
Harapan untuk berkembang juga menjadi perhatian pelatih Southridge Admirals, Samuel Bonney. Ia menilai Garuda International Cup tetap menjadi turnamen yang menarik bagi timnya, terutama karena menghadirkan lawan-lawan dengan kualitas yang baik.
Bonney mengatakan Southridge Admirals kembali datang ke Indonesia karena pengalaman pada keikutsertaan sebelumnya. Menurutnya, atmosfer dan level persaingan yang mereka hadapi masih menjadi alasan utama untuk kembali ambil bagian.
"Turnamen Garuda sangat bagus dan kami senang bergabung. Itulah kenapa kami berada di sini," ujar Bonney.
Pelatih Southridge Admirals itu juga mengakui timnya belum menunjukkan performa terbaik pada pertandingan pertama. Namun, ia tidak ingin hasil awal tersebut langsung menjadi gambaran perjalanan mereka di turnamen.
Bonney masih memiliki keyakinan karena Southridge Admirals mempunyai dua pertandingan lain yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki penampilan. Ia meminta para pemain melakukan penyesuaian dan menunjukkan respons setelah pertandingan pertama.
"Ini sepakbola. Terkadang pada pertandingan pertama pemain belum siap. Tetapi ke depan, kami harus menyesuaikan dan kembali ke permainan," kata Bonney.