kingsheadwye.com

Gaya Pendiri Facebook Pamer Kacamata Cabul dan Tamagotchi

Meta meluncurkan kacamata VR baru, Ray-Ban Meta Audio tanpa kamera, dan perangkat AI Muse untuk memperkuat ambisi teknologi AI.

CEO Meta Mark Zuckerberg memperlihatkan kacamata VR Meta dalam acara Meta Connect di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, pada 23 September 2026. (REUTERS/Carlos Barria)

Raksasa teknologi Meta memperkenalkan perangkat realitas virtual (VR) terbaru yang memiliki desain ramping menyerupai kacamata biasa serta kacamata pintar tanpa kamera bernama Ray-Ban Meta Audio pada Rabu (23/9/2026). Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi Meta mengembangkan perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI) sekaligus merespons meningkatnya kritik terkait isu privasi. (REUTERS/Carlos Barria)

CEO Meta Mark Zuckerberg mencoba kacamata pintar Meta dalam acara Meta Connect di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, pada 23 September 2026.

Kacamata VR Meta dibanderol US$1.299 atau sekitar Rp23 juta dan dirancang untuk menyaingi perangkat premium seperti Apple Vision Pro. Perangkat ini memiliki bobot setara satu pak kartu remi, dengan baterai dan prosesor dipindahkan ke unit terpisah berbentuk cakram agar desain utama tetap ringan. Produk tersebut dijadwalkan meluncur pada musim semi 2027. (REUTERS/Carlos Barria)

CEO Meta Mark Zuckerberg mengenakan kacamata VR Meta dalam acara Meta Connect di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, pada 23 September 2026.

CEO Meta Mark Zuckerberg menyebut perangkat VR itu sebagai sebuah "terobosan". Meta berharap desain seperti kacamata hitam dengan bingkai melengkung, yang dapat merespons gerakan mata, suara, dan tangan, mampu membawa teknologi VR ke pasar arus utama setelah sebelumnya terkendala harga tinggi dan ukuran headset yang berat. (REUTERS/Carlos Barria)

CEO Meta Mark Zuckerberg memperkenalkan jajaran kacamata pintar baru dalam acara Meta Connect di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, pada 23 September 2026.

Meta juga memperluas penggunaan asisten AI Muse ke seluruh lini kacamata pintarnya. Teknologi tersebut akan menjadi antarmuka utama yang memungkinkan pengguna melakukan berbagai aktivitas melalui perintah suara, seperti berbelanja, membuat janji temu, hingga menyelesaikan sejumlah tugas dengan bantuan AI. (REUTERS/Carlos Barria)

CEO Meta Mark Zuckerberg mencoba kacamata Meta saat mempresentasikan jajaran kacamata pintar baru dalam acara Meta Connect di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, pada 23 September 2026.

Selain itu, Meta meluncurkan Ray-Ban Meta Audio, kacamata pintar tanpa kamera yang tetap dapat merekam audio. Produk ini hadir di tengah kekhawatiran publik terhadap perangkat AI yang mampu merekam video dan mengambil gambar tanpa izin. Kacamata tersebut akan mulai dikirimkan pada 13 Oktober dengan harga mulai US$349 atau sekitar Rp6,2 juta, lebih murah US$100 sekitar Rp1,8 juta dibandingkan versi Ray-Ban terbaru yang dilengkapi kamera. (REUTERS/Carlos Barria)

Kacamata Meta baru dipamerkan dalam konferensi tahunan Connect milik Meta di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, pada 23 September 2026.

Meski diklaim lebih ramah privasi, sejumlah pengamat menilai penghapusan kamera belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan terkait perekaman tanpa izin. Direktur IDC Jitesh Ubrani mengatakan perangkat tersebut tetap memiliki potensi penyalahgunaan audio sehingga Meta perlu memastikan pengguna dan orang di sekitar mengetahui ketika proses perekaman berlangsung. (REUTERS/Carlos Barria)

CEO Meta Mark Zuckerberg memperlihatkan Muse Charm dalam acara Meta Connect di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, pada 23 September 2026.

Meta juga memperkenalkan perangkat genggam mungil bernama Meta Charm untuk menjalankan asisten AI Muse. Perangkat seukuran wadah pengisi daya AirPods itu dilengkapi layar sentuh sekitar 2 inci dan konektivitas 5G, serta dijadwalkan dikirim menjelang musim liburan Desember. (REUTERS/Carlos Barria)

CEO Meta Mark Zuckerberg memperlihatkan Muse Charm dalam acara Meta Connect di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, pada 23 September 2026.

Peluncuran berbagai perangkat AI ini menunjukkan ambisi Meta dan perusahaan teknologi lainnya untuk mencari penerus ponsel pintar sebagai platform komputasi berikutnya. (REUTERS/Carlos Barria)

CEO Meta Mark Zuckerberg memperlihatkan kacamata VR Meta dalam acara Meta Connect di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, pada 23 September 2026. (REUTERS/Carlos Barria)

CEO Meta Mark Zuckerberg mencoba kacamata pintar Meta dalam acara Meta Connect di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, pada 23 September 2026.

CEO Meta Mark Zuckerberg mengenakan kacamata VR Meta dalam acara Meta Connect di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, pada 23 September 2026.

CEO Meta Mark Zuckerberg memperkenalkan jajaran kacamata pintar baru dalam acara Meta Connect di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, pada 23 September 2026.

CEO Meta Mark Zuckerberg mencoba kacamata Meta saat mempresentasikan jajaran kacamata pintar baru dalam acara Meta Connect di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, pada 23 September 2026.

Kacamata Meta baru dipamerkan dalam konferensi tahunan Connect milik Meta di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, pada 23 September 2026.

CEO Meta Mark Zuckerberg memperlihatkan Muse Charm dalam acara Meta Connect di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, pada 23 September 2026.

CEO Meta Mark Zuckerberg memperlihatkan Muse Charm dalam acara Meta Connect di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, pada 23 September 2026.