kingsheadwye.com

Gempa Manggarai Sisakan Trauma, Anak-Anak Langsung Berlari Saat Tanah Bergetar |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, MANGGARAI — Gempa belum benar-benar berlalu bagi warga Kampung Batok, Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Setiap kali tanah kembali bergetar, anak-anak yang tinggal di tenda pengungsian spontan berlari mencari tempat aman.

“Begitu anak-anak lihat (gempa), langsung lari. Masih lumayan tinggi, masih kuat,” kata warga Kampung Batok, Irwan Yusuf (49 tahun), Senin (17/8/2026).

Gempa susulan bahkan kembali dirasakan warga sekitar 20 menit sebelum Irwan diwawancarai. Ketakutan membuat sekitar 80 kepala keluarga yang menghuni kampung tersebut belum berani kembali ke rumah.

Mereka memilih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Rumah hanya dimasuki seperlunya, sekadar mengambil pakaian atau barang yang sangat dibutuhkan.

“Masuk ambil pakaian saja kita. Hitungan detik saja cepat ke luar, tidak boleh lama di dalam,” ujar Irwan.

Di tengah kondisi tersebut, AQL Humanity menyalurkan bantuan sembako dan makanan ringan untuk anak-anak penyintas gempa di Kampung Batok, Senin. Bantuan menjadi bagian dari program Kedaulatan Pangan, Ketangguhan Pangan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.

Program tersebut menargetkan penyaluran 81 ribu paket makanan dan 81 ribu paket sembako. Bagi warga Kampung Batok, bantuan pangan menjadi kebutuhan mendesak. Sejak gempa mengguncang, warga mengoperasikan tiga dapur umum secara swadaya untuk memenuhi kebutuhan makan sekitar 200 penduduk.

Menurut Irwan, sebelum bantuan AQL Humanity tiba, belum ada bantuan dari pihak lain yang menjangkau kampung tersebut.

“Belum ada bantuan masuk. Bantuan sekecil apa pun belum tersentuh di sini,” katanya.

Warga biasanya memperoleh makan tiga kali sehari dari dapur umum. Namun, kebutuhan anak-anak menjadi perhatian tersendiri. Anak-anak, kata Irwan, tidak selalu dapat mengikuti pembagian porsi sebagaimana orang dewasa dan kerap membutuhkan makanan tambahan.

“Yang dibutuhkan hari-hari ini kebutuhan snack, makanan. Nanti baru obat-obatan, ada juga anak-anak yang sakit di sini,” ujar dia.

Selain makanan, obat-obatan mulai dibutuhkan karena sejumlah anak jatuh sakit selama tinggal di pengungsian.

sumber : Antara