Gempa NTT: Petugas medis berkejaran waktu selamatkan pasien - BBC News Indonesia
Gempa NTT hancurkan fasilitas kesehatan, petugas medis berkejaran waktu untuk selamatkan pasien - 'Situasinya sangat susah'

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Mega Tokan
- Penulis, Faisal Irfani
- Peranan, Jurnalis BBC News Indonesia
Telah diterbitkan 16 Agustus 2026, 11:03 WIB
Diperbarui 2 jam yang lalu
Waktu membaca: 2 menit
Gempa berkekuatan M7,7 yang melanda kawasan Nusa Tenggara Timur turut menyebabkan layanan kesehatan publik terhambat. Salah satu fasilitas kesehatan di Kabupaten Manggarai rusak parah dan pasien terpaksa dirawat di tenda darurat.
Pegawai kehumasan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Rista Mari, mengatakan bahwa kondisi rumah sakit rusak parah akibat gempa.
Atap dan tembok bangunan roboh sehingga banyak ruangan kehilangan fungsinya, seperti ruang operasi, farmasi, sampai laboratorium.
Untuk menanggulangi situasi tersebut, pihak rumah sakit mendirikan tenda darurat bagi para pasien, seraya mempersiapkan ruangan darurat sebagai jalan pintas sementara.
Per Minggu (16/08) siang, masih ada 32 pasien yang dirawat di tenda darurat, termasuk korban gempa yang berjumlah 4 orang.

Sumber gambar, AFP via Getty Images
Semua pasien korban gempa memerlukan tindakan medis sesegera mungkin. Satu pasien mengalami patah tulang.
"Di luar itu, beberapa pasien juga sudah tidak nyaman dan minta untuk pulang," katanya kepada BBC News Indonesia.
"Situasinya sekarang sangat susah."

Sumber gambar, Humas RS Ruteng

Sumber gambar, Humas RS Ruteng
Rita menambahkan pihak RSUD Ruteng tengah berkejaran dengan waktu.
Sejauh ini, selain menyiapkan ruang darurat agar pasien yang butuh tindakan cepat dapat diatasi, mereka berupaya keras mengumpulkan sisa-sisa alat medis yang sekiranya masih dapat difungsikan.
"Kami dengar kabar akan ada bantuan tim medis, tapi belum ada sampai sekarang. Kami berharap bantuan itu segera tiba," pungkasnya.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Gecio Viana
Menurut data Kementerian Kesehatan pada Sabtu (15/08), dari 21 rumah sakit di kabupaten-kabupaten yang terdampak gempa, sebanyak enam RS rusak ringan dan tiga RS rusak berat.
Dari tiga RS yang mengalami rusak berat, satu berada di Kabupaten Manggarai (RS Ruteng) dan dua lainnya berada di Kabupaten Nagekeo (RS Pratama Raja dan RS Aeramo).
Adapun dari 190 puskesmas, sebanyak 37 puskesmas rusak sedang dan 20 puskesmas rusak berat.
Puskesmas-puskesmas itu tersebar di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Ngada.
Laporan ini akan diperbaharui secara berkala