Gempa NTT Tewaskan 5 Orang, Puan Minta Pendataan Korban dan Bantuan Dipercepat
Bagikan:
JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mempercepat pendataan korban dan kerusakan akibat gempa magnitudo 7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus. Hingga Sabtu siang, dilaporkan lima orang meninggal dunia dan sejumlah warga terluka.
“Pimpinan DPR menyampaikan keprihatinan atas bencana gempa besar di NTT. Pemerintah harus bergerak cepat untuk menangani dampak gempa, dan merespons cepat kebutuhan warga terdampak,” kata Puan dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu, 15 Agustus.
Gempa berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo, dan berdampak pada sejumlah wilayah di utara Flores, termasuk Maumere, Ngada dan Manggarai. Sejumlah bangunan dilaporkan runtuh.
Dari lima korban meninggal, dua di antaranya merupakan ibu dan anak yang tertimpa reruntuhan rumah.
“Dukacita mendalam kami sampaikan bagi para korban dan keluarga. Semoga korban yang mengalami luka-luka juga dapat segera pulih,” ujar Puan.
Pemerintah Provinsi NTT masih memeriksa data korban dan kerusakan, terutama di daerah pedalaman. Puan meminta proses tersebut dipercepat agar bantuan tidak terlambat.
“Pendataan yang cepat dapat memudahkan penanganan pascagempa sehingga kebutuhan korban dapat segera diberikan,” katanya.
BACA JUGA:
Gempa juga dirasakan hingga Bima, Nusa Tenggara Barat, serta Kepulauan Selayar dan Bulukumba, Sulawesi Selatan. Peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan telah dicabut. Namun Puan meminta pemantauan tetap dilakukan.
Ia juga meminta pemerintah memperhatikan wisatawan yang terdampak, terutama di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Saat gempa terjadi, ratusan wisatawan domestik dan mancanegara dilaporkan keluar dari hotel, sementara sejumlah hotel dan resor mengalami kerusakan.
“Para wisatawan ini jauh dari rumahnya. Pemerintah harus memastikan mereka mendapat pertolongan, khususnya bagi wisatawan yang tempatnya menginap rusak,” kata Puan.
BMKG mencatat gempa dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust atau Sesar Busur Belakang Flores. Puan meminta pemerintah mengantisipasi gempa susulan dan memastikan informasi resmi segera sampai ke masyarakat di tengah beredarnya kabar mengenai potensi gempa besar berikutnya.
“Pemerintah melalui lembaga yang berwenang harus memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat serta memberikan edukasi untuk mencegah keresahan warga,” ujarnya.
Puan juga meminta logistik disalurkan merata, termasuk ke daerah yang sulit dijangkau. Tempat pengungsian, menurut Puan, harus aman dan memperhatikan lansia, anak-anak, ibu hamil dan menyusui, penyandang disabilitas serta warga dengan penyakit bawaan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+