Gerakan Cinta Prabowo pasang badan kawal prabowo sampai 2029
Gerakan Cinta Prabowo pasang badan kawal prabowo sampai 2029
Minggu, 30 Agustus 2026 14:54 WIB
Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP) H. Kurniawan ketika memberi sambutan dalam acara "Evaluasi dan Konsolidasi Serangan Masif Para Pembenci Prabowo”, di Sekretariat GCP Cibinong, Bogor, Minggu. ANTARA/Feru Lantara
Depok (ANTARA) - Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP) H. Kurniawan menegaskan siap mengawal Presiden Prabowo Subianto hingga akhir masa jabatannya pada tahun 2029.
"Kami siap pasang badan agar Presiden Prabowo menjabat hingga tahun 2029," kata H. Kurniawan dalam acara "Evaluasi dan Konsolidasi Serangan Masif Para Pembenci Prabowo”, di Sekretariat GCP Cibinong, Bogor, Minggu.
Oleh karena itu Kurniawan mengimbau seluruh jajaran GCP untuk selalu menyatukan visi dan misi dalam rangka mendukung mengawal program kerja Presiden Prabowo.
Menurut dia, dalam beberapa bulan terakhir ini Presoden Prabowo mendapat berbagai macam serangan negatif dari pihak sebelah dengan menciptakan situasi yang tidak kondusif .
Padahal, kata dia, situasi tersebut memang di ciptakan oleh pembenci Presiden Prabowo dan mendowngradenya agar semakin tidak diterima masyarakat.
"Kami sampaikan bahwa relawan GCP adalah garda terdepan melindungi dan membela Presiden Prabowo," ujarnya.
Lebih lanjut, Kurniawan mengatakan jika Presiden Prabowo diberi kesehatan maka GCP siap mencalonkan kembali untuk periode kedua.
Menanggapi pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang berspekulasi akan adanya percepatan pemilihan umum (pemilu) sebelum 2029, Kurniawan mengatakan pihaknya sudah berdiskusi dengan tim hukum untuk melaporkan Budi Arie Setiadi ke Polda Metro Jaya.
"Paling lambat hari Rabu, kami akan melaporkan Budi Arie Setiadi," katanya.
Sementara itu Budi Arie Setiadi telah menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya itu.
Dia mengaku memahami pernyataannya itu menimbulkan berbagai spekulasi dan salah penafsiran.
Menurut dia, ucapannya itu hanya merupakan pernyataan dan analisa pribadi dirinya sendiri.
“Saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” kata dia dalam rekaman video yang diterima di Jakarta, Rabu (26/8).
Pewarta : Feru Lantara
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026