Gianni Infantino Didukung 200 Anggota FIFA untuk Periode Keempat, Jerman Dikabarkan Menolak
Hervin Saputra
| 17 Juli 2026, 21:24 WIB

Presiden FIFA, Gianni Infantino, saat menghadiri salah satu pertandingan Piala Dunia 2026. X/PolymarketSport
AKURAT.CO, Gianni Infantino tampaknya akan kembali terpilih sebagai Presiden FIFA untuk masa jabatan 2027-2031. Hal ini terindikasi dari dukungan lebih 200 negara anggota untuk Infantino pada pemilihan di Rabat, Maroko, Maret tahun depan.
The Guardian menyebut bahwa lebih dari 200 anggota FIFA tersebut telah dan masih mengirimkan surat dukungan untuk Gianni Infantino. Dukungan itu bisa menjadikan Infantino memenangi jabatan Presiden FIFA untuk periode keempat.
Namun demikian, sejumlah asosiasi dari Eropa dikabarkan tidak atau belum mengirimkan surat dukungan kepada Gianni Infantino. Salah satunya adalah Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB) yang merupakan anggota penting dari Eropa.
Isu suksesi di tampuk tertinggi kekuasaan FIFA mencuat ke permukaan sehubungan dengan kontak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Gianni Infantino sehubungan dengan “skandal” penangguhan sanksi Folarin Balogun.
Donald Trump secara terbuka mengatakan bahwa ia menghubungi Gianni Infantino untuk meminta FIFA meninjau ulang kartu merah yang dijatuhkan kepada Folarin Balogun di Piala Dunia 2026.
https://akurat.co/bola/864465/gianni-infantino-isyaratkan-fifa-tak-berdaya-atas-kekacauan-piala-dunia-2026
Adapun Folarin Balogun adalah penyerang Tim Nasional Amerika Serikat yang dikartumerah di laga kontra Bosnia-Herzegovina pada penyisihan Piala Dunia 2026 di Santa Clara, AS, 2 Juli silam.
Komite Disiplin FIFA mengabulkan penangguhan sanksi Folarin Balogun dan sang pemain bisa tampil pada babak 32 besar menghadapi Belgia. Keputusan ini menimbulkan kecaman karena Infantino dianggap melanggar asas independensi FIFA.
Kritik lain terhadap Infantino juga dihubungkan dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 oleh AS. Kontroversi muncul ketika AS menolak masuk wasit asal Somalia, Omar Artan.
Juga berpindahnya markas Timnas Iran yang semula berada di Arizona, AS, ke Tijuana, di Meksiko. Iran juga mengeluhkan pembatasan waktu datang dan pergi di hari pertandingan mereka yang digelar di AS.
Infantino terpilih sebagai Presiden FIFA pada 26 Februari 2016 sebagai respons atas ketersingkiran Sepp Blatter akibat sejumlah skandal suksesornya itu. Sejauh ini, pria berkebangsaan Swiss berusia 56 tahun itu sudah memimpin FIFA selama tiga periode.
Sejumlah gebrakan dilakukan Infantino selama memimpin FIFA. Di antaranya adalah menggelar Piala Dunia di tiga negara untuk kali pertama pada 2026 (Kanada-Meksiko-AS) dengan jumlah peserta bertambah dari 32 menjadi 48 negara.