Gibran minta sekolah terdampak banjir di Bireuen segera diperbaiki
Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta jajarannya untuk mengecek kondisi SD Negeri 11 Jangka di Kabupaten Bireuen, Aceh, yang mengalami kerusakan akibat banjir serta mengkaji kebutuhan perbaikannya agar segera ditindaklanjuti.
Berdasarkan keterangan Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Sabtu, permintaan tersebut disampaikan Gibran saat mengunjungi sekolah tersebut di sela kunjungan kerjanya di Bireuen, Kamis (6/8).
Gibran mendatangi SD Negeri 11 Jangka di Desa Jangka Alue U, Kecamatan Jangka, setelah sebelumnya meninjau SD Negeri 7 Jangka dan dalam perjalanan menuju Jembatan Teupin Mane.
Saat melintas di depan sekolah tersebut, Gibran turun dari kendaraan untuk menemui dan berinteraksi dengan para siswa serta membagikan buku.
Kepala SD Negeri 11 Jangka Nuraini Ibrahim kemudian menyampaikan kepada Wapres mengenai kondisi sekolah yang membutuhkan perbaikan setelah terdampak banjir pada November 2025.
Sejumlah fasilitas sekolah dilaporkan mengalami kerusakan akibat bencana tersebut sehingga membutuhkan penanganan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Menanggapi laporan tersebut, Gibran meminta jajaran terkait melakukan pengecekan langsung dan mengidentifikasi kebutuhan perbaikan sekolah.
Wapres juga meminta dicarikan solusi, termasuk kemungkinan dukungan anggaran sesuai kebutuhan, agar perbaikan fasilitas pendidikan tersebut dapat segera ditindaklanjuti.
Perbaikan tersebut diharapkan dapat memastikan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana kembali layak dan aman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Baca juga: Gibran tinjau RSUD Fatimah Az-Zahra guna pastikan layanan optimal
Baca juga: Gibran tegaskan teknologi dan budaya harus berjalan beriringan
Baca juga: Wapres tinjau MTs Way Bungur dorong penguatan pendidikan
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.