kingsheadwye.com

Gorontalo perkuat sekolah siaga kependudukan hadapi bonus demografi - ANTARA News Gorontalo

Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) setempat memperkuat Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dalam menghadapi bonus demografi.

"Kami menyosialisasikan dan memberi Bimbingan Teknis (Bimtek) Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang berlangsung di aula Kantor BKKBN Provinsi Gorontalo," kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Sofyan Tambipi, di Kota Gorontalo, Rabu.

Kegiatan itu merupakan tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Implementasi Program Pendidikan Kependudukan melalui Sekolah Siaga Kependudukan.

Sebanyak 12 kepala sekolah dan 24 guru mengikuti sosialisasi pada Bimtek Penyusunan Modul Ajar Terintegrasi Sekolah Siaga Kependudukan.

Seluruh peserta berasal dari 12 satuan pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo.

Pelaksanaan kegiatan sejalan dengan komitmen pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai pondasi pembangunan daerah.

Sofyan mengatakan penguatan pendidikan kependudukan di lingkungan sekolah dipandang sebagai langkah strategis untuk membentuk generasi muda sehat, berkarakter, produktif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan.

Menurutnya, pendidikan kependudukan merupakan investasi jangka panjang karena tidak hanya membahas jumlah penduduk, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia, kesehatan reproduksi, ketahanan keluarga, pembangunan karakter, serta kesiapan generasi muda menghadapi perubahan sosial dan ekonomi.

“SSK bukan sekadar program, tetapi menjadi ruang pembelajaran bagi peserta didik untuk memahami pentingnya perencanaan kehidupan, membangun karakter dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” katanya.

Sekolah juga memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang mendorong remaja mengikuti tren media sosial tanpa pertimbangan matang, serta meningkatnya kecenderungan sebagian generasi muda yang takut menikah karena alasan ekonomi, karier, maupun kekhawatiran terhadap masa depan, menjadi tantangan yang perlu direspon melalui pendidikan kependudukan.

Melalui Program SSK, peserta didik diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang perencanaan kehidupan, kesehatan reproduksi, ketahanan keluarga, dan pembangunan karakter sehingga mampu mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab.

Sofyan mengatakan tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Provinsi Gorontalo dalam memanfaatkan bonus demografi, ketika jumlah penduduk usia produktif mendominasi struktur penduduk.

Kondisi tersebut menjadi peluang besar untuk mempercepat pembangunan apabila didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, sehat, terdidik dan memiliki keterampilan yang memadai.

“Bonus demografi adalah peluang yang tidak datang dua kali. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan generasi muda sejak di bangku sekolah agar memiliki pengetahuan, karakter, dan kompetensi yang mampu membawa Gorontalo semakin maju dan berdaya saing,” kata Sofyan.

Berdasarkan Data Pendidikan Kependudukan Tahun 2026 untuk jenjang SMA/sederajat, dari 189 sekolah di Provinsi Gorontalo, sembilan Sekolah Siaga Kependudukan kategori terdaftar, empat sekolah atau sekitar 2,67 persen yang mencapai kategori SSK Dasar dan satu sekolah atau sekitar 0,67 persen yang mencapai kategori SSK Paripurna.

Kondisi tersebut menunjukkan masih perlunya pembinaan, pendampingan, monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan agar kualitas implementasi program terus meningkat.

Peserta mendapatkan materi kebijakan pelaksanaan SSK, pemanfaatan aplikasi SI MONEVPENDUK, pengembangan Pojok Kependudukan, serta penyusunan Modul Ajar Terintegrasi Pendidikan Kependudukan yang dapat langsung diterapkan di sekolah masing-masing.

Setiap sekolah diharapkan mampu menghasilkan sedikitnya satu modul ajar terintegrasi dan menyusun rencana tindak lanjut, sebagai langkah nyata memperkuat implementasi Program SSK.

Seluruh pihak di daerah itu, diharapkan semakin memperkuat upaya mewujudkan generasi Gorontalo unggul, berdaya saing dan siap memanfaatkan bonus demografi untuk mendukung visi pembangunan yang diusung Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.

Peserta dari 12 satuan pendidikan di Provinsi Gorontalo, mengikuti sosialisasi dan Bimtek Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). ANTARA/HO-Dinkes Gorontalo

Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.