Graha Merah Putih Bakal Jadi Gedung BGN, Telkom Ungkap Status Terbarunya
Jakarta -
Graha Merah Putih (GMP), salah satu gedung yang dikelola Telkom Group, dilirik Badan Gizi Nasional (BGN) untuk dimanfaatkan sebagai gedung operasional. Namun, rencana tersebut hingga kini masih berada dalam tahap negosiasi.
Di balik rencana pemanfaatan gedung tersebut, Telkom menyatakan tengah menggenjot strategi optimalisasi aset agar berbagai properti yang dimiliki tidak hanya menjadi aset pasif, tetapi bisa memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.
PT Graha Sarana Duta (TelkomProperty) sebagai pengelola aset Telkom menyebut saat ini terdapat 3.010 aset yang dikelola di berbagai lokasi. Sekitar 50% di antaranya telah berhasil dioptimalisasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama TelkomProperty Didit Sulistyo mengatakan optimalisasi dilakukan melalui strategi leveraging asset, termasuk membuka peluang pemanfaatan aset oleh pihak eksternal melalui skema bisnis Business to Business (B2B).
"TelkomProperty terbuka terhadap peluang pemanfaatan aset oleh berbagai pihak, termasuk calon mitra eksternal, melalui mekanisme bisnis yang wajar dan proporsional secara Business to Business (B2B), dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola dan peraturan yang berlaku," kata Didit dikutip dari siaran pers yang dikutip, Selasa (8/9/2026).
Salah satu aset yang kini masuk dalam skema tersebut adalah Graha Merah Putih. Gedung tersebut dikelola PT Telkom Landmark Tower (TLT), anak usaha TelkomProperty.
Direktur Utama TLT Suratman mengatakan optimalisasi aset telah menjadi bagian dari proses bisnis perusahaan. Karena itu, pihaknya juga membuka peluang pemanfaatan ruang di gedung milik Telkom bagi mitra eksternal.
"Sebagai salah satu entitas pengelola aset proper di lingkungan Telkom Group, optimalisasi aset merupakan bagian dari langkah leveraging asset yang sudah berjalan dalam proses bisnis kami," ujarSuratman.
Terkait rencana Graha Merah Putih dimanfaatkan oleh BGN, Suratman menegaskan prosesnya belum final. Menurut dia, rencana pemanfaatan dan penyewaan ruang di Graha Merah Putih oleh BGN masih dalam tahap negosiasi dan pembahasan dengan berbagai pihak terkait.
"Rencana pemanfaatan dan penyewaan ruang di Graha Merah Putih oleh Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini masih dalam proses negosiasi dan pembahasan lebih lanjut serta dikoordinasikan dengan pihak terkait," jelasnya.
Itu artinya, sejauh ini belum ada kepastian mengenai kapan BGN akan mulai menggunakan gedung tersebut maupun detail ruang yang akan dimanfaatkan. TLT juga memastikan proses pemanfaatan aset tersebut tidak mengganggu aktivitas tenant yang saat ini telah menempati Graha Merah Putih.
"Kami berkomitmen menjaga kepastian dan keberlangsungan operasional para tenant yang berada di gedung tersebut. Setiap proses juga akan dilakukan secara tertib dan terukur," tegas Suratman.
Rencana pemanfaatan Gedung GMP oleh BGN menjadi bagian dari strategi yang lebih besar di tubuh TelkomGroup untuk meningkatkan produktivitas aset. Adapun, dari total 3.010 aset yang dikelola TelkomProperty, sekitar separuhnya telah masuk dalam proses optimalisasi.
Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, menciptakan efisiensi operasional, sekaligus memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi TelkomGroup.
Dalam praktiknya, TelkomProperty tidak hanya mengandalkan pemanfaatan aset untuk kebutuhan internal TelkomGroup. Perusahaan juga membuka ruang bagi pihak eksternal untuk menggunakan aset tersebut melalui skema kerja sama komersial.
Diberitakan sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menyebutkan dalam beberapa bulan ke depan akan pindah kantor ke Gedung Merah Putih (GMP) Telkom di kawasan Gatot Subroto Jakarta. Saat ini kantor BGN berada di kawasan Kebon Sirih Jakarta.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan untuk menempati Gedung Merah Putih itu, pihaknya tetap akan mengeluarkan biaya sewa gedung. Sudaryono mengatakan biaya sewanya tidak akan mahal.
"Skemanya, kalau nggak salah ada sewanya kan. Kalau nggak salah gitu ya. Soalnya aku tanya sama Kemenko Pangan kan juga menempati Graha Mandiri itu ada. Ada biasa, tapi nggak besar lah karena kan sama-sama pemerintahan," ujar Sudaryono saat ditemui usai RDP dengan Komisi IX Kamis malam (3/9).
(agt/fay)
TAGS
LIHAT LAINNYA