kingsheadwye.com

Gubernur Jambi dukung inovasi penanaman bambu cegah karhutla di lahan gambut - ANTARA News Jambi

Tanjab Timur, Jambi (ANTARA) - Gubernur Jambi Al Haris mendukung inovasi penanaman vegetasi bambu di lahan gambut sebagai langkah strategis untuk meminimalisasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan gubernur saat menghadiri pemaparan regulasi pencegahan karhutla lahan gambut oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo di PT Wirakarya Sakti Distrik VII, Kecamatan Geragai.

"Tanaman bambu di lahan gambut itu bagus saya kira. Pertama, dia memperkuat tanah, kemudian bambu juga kuat dan sulit terbakar karena mengandung air. Paling daunnya habis, batangnya tidak begitu mudah dihabiskan api," kata Al Haris di Tanjung Jabung Timur, Senin.

Al Haris menjelaskan bahwa praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar oleh masyarakat kini mulai berkurang berkat edukasi dan kampanye secara masif hingga tingkat bawah oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Meski Pemprov Jambi memiliki program Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB), namun tantangan di lapangan masih ada.

Saat ini sekitar 40 persen kebakaran terjadi di lahan masyarakat, sedangkan sisanya berada di kawasan taman nasional, taman hutan raya (Tahura), dan kawasan konservasi.

Untuk mengatasi persoalan di kawasan konservasi dan gambut, Pemprov Jambi berencana berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk mendorong regulasi penanganan yang lebih fleksibel dan konkret.

Terkait ide penanaman bambu, Pemprov Jambi bersama Korem 042/Garuda Putih dan jajaran Forkopimda akan segera menindaklanjuti melalui rapat koordinasi bersama kepala daerah kabupaten/kota serta dinas terkait.

"Mudah-mudahan nanti di lahan-lahan gambut bisa ditanam bambu sehingga ini akan mengurangi risiko bencana karhutla," tutupnya.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo di tempat yang sama menegaskan, bahwa pencegahan karhutla di lahan gambut membutuhkan penanganan khusus yang berbeda dari lahan mineral.

Menurut dia, karakteristik gambut cenderung menyimpan bara di bawah permukaan (smouldering dan sleeping fire) yang berpotensi memicu api kembali tanpa terdeteksi.

Ia memaparkan doktrin siklus pertahanan gambut sebagai strategi nasional yang mencakup empat pilar, pertama perlindungan personel (zirah) , pencegahan (tameng), pemadaman cepat dan tuntas (pedang), serta pemulihan pascabencana.

"Pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab TNI dan pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar," jelas Kunto.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.