kingsheadwye.com

Gubernur Jateng : Pramuka cetak calon pemimpin

Gubernur Jateng : Pramuka cetak calon pemimpin

Sabtu, 15 Agustus 2026 18:13 WIB

Image Print

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau penyelenggaraan Jambore Nasional (Jamnas) XII di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (15/8/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Ka Mabida) Gerakan Pramuka provinsi itu menegaskan bahwa Pramuka bertujuan untuk mencetak pemimpin mas depan.

"Kalian akan dididik bersikap mandiri, terampil, punya daya kreasi, serta punya motivasi, sehingga bisa membanggakan diri sendiri dan orang lain," katanya dalam pernyataan di Semarang, Sabtu.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau penyelenggaraan Jambore Nasional (Jamnas) ke-XII di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Ia menyapa dan memberikan lecutan motivasi kepada kontingen Pramuka Penggalang asal Jateng yang disiapkan sebagai calon pemimpin masa depan.

Karena itu, kata dia, kontingen Pramuka Penggalang harus mampu menunjukkan sikap, perilaku, tindak-tanduk, dan tutur kata sesuai dengan yang diajarkan dalam kepramukaan.

Ia menyampaikan bahwa pegiat Pramuka juga harus mampu mengidentifikasi masalah dan menyelesaikannya, baik secara individu maupun kelompok.

Menurut dia, Jamnas juga menjadi momentum untuk bersosialisasi dengan perwakilan dari provinsi lain di Indonesia.

"Ceritakan tentang Jawa Tengah, ceritakan kabupaten/kota, ceritakan daerah asal. Anda Pramuka Penggalang yang merupakan wakil atau duta-duta Provinsi Jawa Tengah," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga berdialog dengan perwakilan Pramuka Berkebutuhan Khusus dan Pramuka Penggalang lainnya, serta melayani permintaan foto bersama dan tanda tangan.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jateng Slamet Budi Prayitno mengatakan untuk Jamnas XII ini kontingen Jawa Tengah sekitar 1.488 orang, terdiri atas 1.208 Pramuka Penggalang/SMP, 24 Pramuka Berkebutuhan Khusus, 68 Pimpinan Kontingen Cabang, 175 orang Pembina Pendamping, 12 Pimpinan Kontingen Daerah, dan 1 Dokter Kontingen.

Ribuan peserta itu dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan sudah mengikuti pelatihan selama tiga bulan.

Ia menyebutkan pendidikan kepramukaan terbagi menjadi dua hal. Pertama, scouting skill atau keterampilan kepramukaan yang lebih menekankan pada pendidikan karakter dan soft skill agar terampil dan memiliki ketahanan di berbagai medan.

Kedua, life skill yang mencakup keterampilan untuk bekal hidupnya. Selain itu, juga ditanamkan cinta tanah air dan wawasan kebangsaan.

"Pramuka penggalang sekarang akan menjadi pemimpin masa depan. Pemimpin itu tidak harus jadi pejabat publik atau negara, tapi bisa memimpin diri sendiri, keluarga, dan masyarakat di sekitarnya," katanya.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.