Gubernur Lampung: Kelas migran vokasi upaya tekan angka pengangguran
Gubernur Lampung: Kelas migran vokasi upaya tekan angka pengangguran
Rabu, 22 Juli 2026 22:31 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri persiapan pelaksanaan kelas migran vokasi tahun ajaran 2026/2027 di Bandarlampung, Rabu. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.
Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan adanya kelas migran vokasi menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menekan angka pengangguran di wilayahnya.
"Program kelas migran vokasi tahun ajaran 2026/2027 yang ditujukan bagi pelajar SMA atau SMK, ini saat ini dalam masa persiapan. Diharapkan program ini dapat menjadi solusi untuk menekan angka pengangguran terbuka, sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan, pelaksanaan program tersebut difokuskan pada pembekalan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Jepang dan Korea, serta keterampilan kerja untuk mempersiapkan lulusan memasuki pasar kerja internasional.
"Program kelas migran vokasi merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui perluasan akses pendidikan dan peluang kerja di tingkat global," katanya.
Dia melanjutkan, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan program tersebut mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing internasional.
Selain memperkuat kemampuan bahasa serta keterampilan kerja, program itu juga membuka akses bagi peserta didik untuk memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri secara legal, profesional, dan berkelanjutan.
"Melalui program tersebut, lulusan SMA ataupun SMK diharapkan memiliki kompetensi bahasa asing, etos kerja, dan pengalaman internasional yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah," ucap dia.
Ia menjelaskan pemerintah akan memastikan seluruh siswa yang memiliki potensi memperoleh kesempatan mengikuti program tanpa terkendala kemampuan finansial pada tahap awal.
Untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan program, Pemerintah Provinsi Lampung akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala bersama organisasi perangkat daerah terkait.
Sinergi lintas sektor, mulai dari dinas tenaga kerja, lembaga keuangan daerah, hingga kementerian terkait juga akan diperkuat guna mendukung transisi peserta dari dunia pendidikan menuju bursa kerja internasional.
"Tugas pemerintah adalah hadir menyediakan kesempatan. Dengan komitmen dan kerja keras bersama, Lampung dapat menjadi pelopor nasional dalam melahirkan SDM migran berkualitas tinggi, mandiri, dan siap membangun daerah di masa depan," ujar dia.
Dia pun meminta sekolah dan tenaga pendidik melakukan seleksi, serta pembinaan terhadap siswa yang memiliki motivasi kuat untuk bekerja di luar negeri.
Selain itu, kualitas pembelajaran bahasa harus terus ditingkatkan agar proses persiapan peserta menjadi lebih efektif dan efisien.
Diketahui sebelumnya tingkat pengangguran terbuka Provinsi Lampung di Agustus 2025 sebesar 4,21 persen, dimana tingkat pengangguran terbuka di perkotaan sebesar 6,07 persen lebih tinggi dari tingkat pengangguran di daerah pedesaan yang hanya 3,07 persen.
Sedangkan jumlah tenaga kerja yang terserap kerja pada Agustus 2025 ada sebanyak 65,79 ribu orang.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Citro Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.