Gubernur Lampung: Perlu pengembangan paket wisata berbasis pengalaman
Gubernur Lampung: Perlu pengembangan paket wisata berbasis pengalaman
Rabu, 14 Oktober 2026 22:46 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan terkait perkembangan sektor pariwisata Lampung. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.
Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan perlu dilakukan pengembangan paket wisata berbasis pengalaman untuk meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata daerah.
"Pemerintah daerah mendukung upaya penguatan sektor pariwisata melalui perluasan konektivitas penerbangan internasional, pengembangan paket wisata, serta peningkatan promosi destinasi unggulan Lampung kepada wisatawan mancanegara," ujar Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan dalam meningkatkan sektor pariwisata daerah perlu pula dilakukan pengembangan paket wisata berbasis pengalaman (experience based tourism) seperti island hopping di kawasan Kota Bandarlampung dan Kabupaten Pesawaran, snorkeling, wisata kuliner, trekking di Taman Hutan Raya (Tahura), serta pengembangan wisata desa berbasis budaya Lampung.
"Pengembangan paket wisata ini harus diiringi kesiapan destinasi dan kualitas pelayanan juga," katanya.
Ia melanjutkan hal tersebut dilakukan agar wisatawan yang datang memperoleh pengalaman yang baik, sehingga tertarik untuk datang kembali dan merekomendasikan Lampung kepada wisatawan lainnya.
"Penting juga dilakukan pengembangan produk wisata yang tidak hanya berorientasi pada akhir pekan, tetapi juga mampu menarik kunjungan pada hari kerja untuk memaksimalkan kunjungan wisata di daerah," ucap dia.
Menurut dia, dengan pemerataan kunjungan wisatawan sepanjang pekan dapat menjadi peluang untuk meningkatkan tingkat hunian hotel, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta memperluas dampak ekonomi pariwisata.
"Para pelaku industri juga perlu mengidentifikasi pasar potensial pada Senin hingga Kamis, kemudian mengemas pengalaman wisata yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan. Kalau paket wisata pada hari kerja bisa tumbuh, kunjungan pada akhir pekan juga akan ikut berkembang," tambahnya.
Dia menjelaskan potensi pariwisata yang ada di Provinsi Lampung merupakan salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Sehingga pelaku usaha perjalanan harus menangkap peluang pasar wisatawan domestik maupun mancanegara, termasuk wisatawan dari berbagai kabupaten di Lampung yang memiliki daya beli dan minat perjalanan yang terus berkembang.
"Dan promosi pariwisata juga dapat dilakukan dengan adanya kegiatan ASITA Lampung Travel Fair 2026. Kami berharap promosi pariwisata semakin luas, konektivitas internasional semakin kuat, dan kerja sama antara pelaku industri pariwisata mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat," ujar dia.
Tanggapan tambahan dikatakan oleh Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Lampung Ahmad Al Akhran.
"ASITA Lampung Travel Fair 2026 akan digelar pada 30 Oktober-1 November 2026, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung keberlanjutan penerbangan internasional Lampung-Malaysia. Sekaligus membuka peluang kerja sama pariwisata yang saling menguntungkan bagi kedua daerah, serta memperkuat hubungan antara agen perjalanan Lampung dan Malaysia," kata Ahmad Al Akhran.
Menurut dia, melalui promosi paket wisata Malaysia kepada masyarakat Lampung, akan terbentuk kerja sama timbal balik sehingga wisatawan Malaysia juga semakin banyak berkunjung ke Provinsi Lampung.
"Kami berharap penerbangan internasional ini tetap berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi Lampung. Tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menggerakkan UMKM, usaha perjalanan wisata, perhotelan, dan perekonomian masyarakat," tambahnya.
Diketahui sebelumnya pada tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan domestik tercatat melonjak hingga 27 juta kunjungan dari 17 juta kunjungan di 2024, serta menyumbang sekitar Rp55 triliun terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Citro Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.