kingsheadwye.com

Gubernur NTB kenang TGH M. Izzi Muhsin sebagai ulama yang wakafkan hidup untuk umat

"Almarhum adalah satu dari sedikit generasi keluarga kami, orang tua kami, yang memilih jalan hidup dengan mewakafkan dirinya untuk membimbing umat,"

Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengenang almarhum Tuan Guru Haji (TGH) M Izzi Muhsin sebagai sosok ulama yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk membimbing umat dan meneruskan tradisi keilmuan para pendahulunya.

TGH M. Izzi Muhsin, pendiri Pondok Pesantren Sa'adatuddarain Leneng, Praya, Kabupaten Lombok Tengah, wafat di RSCM Praya, Senin (21/9) sekitar pukul 10.25 Wita.

Dalam prosesi pemakaman, Iqbal menyampaikan bahwa kepergian TGH M. Izzi Muhsin menjadi kehilangan besar bagi keluarga, masyarakat, dan umat Islam di NTB.

"Almarhum adalah satu dari sedikit generasi keluarga kami, orang tua kami, yang memilih jalan hidup dengan mewakafkan dirinya untuk membimbing umat," kata Lalu Muhamad Iqbal.

Menurutnya, TGH M. Izzi Muhsin merupakan sosok yang meneruskan sanad keilmuan dari para datuk dan leluhur keluarga di Karang Lebah. Dedikasi tersebut menjadikan almarhum bukan hanya sebagai guru, tetapi juga sebagai orang tua bagi banyak kalangan.

"Beliau adalah satu dari sedikit generasi orang tua kami yang meneruskan sanad keilmuan daripada para datuk buyut kami di Karang Lebah. Karena itu, bagi kami beliau adalah orang tua," ujarnya.

Lalu Muhamad Iqbal juga mengenang pribadi TGH M. Izzi Muhsin sebagai sosok yang dekat dengan semua kalangan. Meskipun dihormati sebagai ulama dan orang tua, almarhum tetap mampu membangun hubungan yang hangat layaknya seorang sahabat.

"Beliau selalu menyenangkan. Kami datang kepada beliau diperlakukan sebagai anak, tetapi di tengah-tengah pertemuan beliau memperlakukan dirinya sebagai teman bagi semua orang. Beliau adalah pendengar yang baik," ungkapnya.

Ia mengatakan, TGH M. Izzi Muhsin menjadi tempat banyak orang melepas penat pikiran dan hati. Karena itu, keluarga merasakan kehilangan yang sangat besar atas wafatnya ulama tersebut.

Dalam kesempatan itu, Gubernur NTB juga meminta doa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Almarhum meninggalkan seorang istri, Hajah Nurul Falah, dua orang putra, dan enam orang putri.

Ia berharap anak-anak almarhum dapat meneruskan perjuangan dan semangat dakwah yang telah diwariskan.

"Kita doakan semoga putra-putrinya bukan hanya meneruskan sanad keilmuan beliau, tetapi juga melanjutkan semangat beliau untuk mewakafkan dirinya dalam membimbing umat," katanya.

Lalu Muhamad Iqbal mengutip hadis Rasulullah SAW mengenai amal yang terus mengalir setelah seseorang meninggal dunia, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh.

Ribuan pelayat menghadiri prosesi pemakaman TGH. M. Izzi Muhsin, pendiri Pondok Pesantren Sa'adatuddarain Leneng, Praya, Lombok Tengah, Senin (21/9/2026).(ANTARA FOTO/Lalei Zalfa Iffa)

Menurutnya, TGH M. Izzi Muhsin telah meninggalkan berbagai bentuk amal jariyah, tidak hanya melalui harta yang diberikan untuk kepentingan umat, tetapi juga melalui ilmu dan pengabdian selama hidupnya.

"Almarhum bukan hanya mensedekahkan tanah dan hartanya untuk membimbing umat, tetapi juga mewakafkan hidupnya untuk membimbing umat," ujarnya.

Ia menyebut TGH M. Izzi Muhsin telah berkeliling berbagai wilayah untuk menyampaikan ilmu, mulai dari Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, hingga Pulau Sumbawa dan sejumlah daerah lainnya.

"Semoga ilmu yang beliau sampaikan menjadi amal jariyah bagi almarhum," katanya.

Sementara itu, TGB Muhammad Zainul Majdi dalam penyampaiannya menyebut TGH M. Izzi Muhsin sebagai sosok yang telah mencapai derajat pribadi yang saleh sekaligus membawa perbaikan bagi masyarakat.

Menurut TGB, almarhum merupakan teladan dalam mengamalkan nilai sholihun wa mushlihun, wanafi'un li nafsi wa li ahlihi wa li ummati, yakni pribadi yang baik, memperbaiki lingkungan sekitarnya, serta memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan umat.

"Beliau, dengan pendidikannya, dari orang tuanya, dari guru-gurunya, telah menjadi orang yang saleh dan mushlih, orang baik yang memperbaiki. Semoga Allah Ta'ala merahmati beliau," ujar TGB Muhammad Zainul Majdi.

Atas nama keluarga, Lalu Muhamad Iqbal juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama kehidupan almarhum terdapat kesalahan kepada para guru, sahabat, maupun masyarakat.

"Kami mohon rida dan maaf apabila dalam silaturahmi, hubungan, dan interaksi selama ini antara almarhum dengan Tuan Guru semua terdapat salah kata maupun kesalahan yang tidak disengaja," ucapnya.

Ia juga meminta agar apabila terdapat hak atau tanggungan almarhum yang belum diketahui keluarga agar dapat disampaikan dan diselesaikan dengan baik.

Pewarta : Lale Zalfa Iffa Huaida, PKL UIN Mataram
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026