Gunung Anak Krakatau Erupsi, Wisatawan Tetap Padati Pantai Carita
Pandeglang -
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dengan gemuuh dan lontaran material dari kawahnya. Meski berada pada Level III (Siaga), Pantai Carita yang berada di seberangnya tetap ramai.
"Masih ramai dan aman," kata warga setempat, Acuy, saat dikonfirmasi, Sabtu (5/9/2026) seperti dilaporkan detikNews.
Menurutnya, para nelayan juga tetap pergi melaut di tengah informasi adanya erupsi Gunung Anak Krakatau. Ia mengatakan situasi di lokasi kondusif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para nelayan ada yang melaut, ada juga yang santai membuat jaring kiteng," ucapnya.
Petugas Balawista Kabupaten Pandeglang, Acong, mengatakan sejumlah wisatawan masih memadati area Pantai Carita, Pandeglang. Menurutnya, situasi di lapangan aman dan terkendali.
"Situasi dan kondisi di Pantai Carita cukup ramai yang beraktivitas, ada wisatawan yang sedang beraktivitas di air maupun di pantai. Situasi dan kondisi aman, terkendali, dan terpantau," katanya.
BPBD Pandeglang Minta Wisatawan Waspada
Badan penanggulangan bencana daerah meminta kepada wisatawan dan warga yang tinggal di area pantai agar tetap waspada. BPBD melarang adanya aktivitas warga di dekat area Gunung Anak Krakatau.
"Dilarang mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif," imbau BPBD Pandeglang dalam akun resminya.
Di tengah situasi ini, masyarakat diharapkan tetap tenang dan jangan terprovokasi oleh informasi-informasi yang belum tentu benar. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi yang disampaikan oleh BPBD dan BMKG.
Pengamat Gunung Api Anak Krakatau Muhammad Dika Nurzaman, di Serang, Sabtu, mengatakan erupsi tersebut terindikasi sebagai pancaran lava (lava fountain) yang mulai terjadi pada pukul 23.07 WIB dan masih terus berlanjut.
Secara akumulatif, gunung tersebut telah mengalami lebih dari 240 kali letusan sejak penetapan status siaga pada 2 Juli 2026. Dika menegaskan letusan ini bersumber dari kantong magma gunung itu sendiri sehingga tidak memicu aktivitas pada gunung api lain di Indonesia.
Baca berita selengkapnya di sini.
(bnl/wsw)