Habis Akuisisi, Emiten RI Ini Kantongi Kontrak Nikel US$14 Juta
Jakarta, CNBC Indonesia - Anak usaha emiten manufaktur kendaraan, PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) mengamankan dua kontrak baru terkait proyek tambang nikel.
Direktur Utama PT Harapan Duta Pertiwi Tbk, Kevin Jong mengungkapkan, bahwa dua kontrak tersebut diperoleh melalui skema kerja sama operasi atau joint operation dengan perusahaan dalam negeri.
"Anak usaha kami mendapat dua kontrak baru terkait proyek tambang nikel," ujar Kevin, Kamis (20/8/2026).
Kedua kontrak tersebut diperkirakan memberikan tambahan pendapatan sekitar US$14 juta. Manajemen HOPE berharap, dengan asumsi kontrak berjalan sesuai rencana, kontribusi ini dapat menjadi katalis positif terhadap pendapatan dan kinerja operasional Perseroan sepanjang 2026.
Kontrak tersebut mulai berlaku pada 2026 dan berpotensi berlanjut setiap tahun selama performa pekerjaan tetap berjalan baik. Tambahan kontrak ini menjadi angin segar bagi HOPE, terutama di tengah meningkatnya aktivitas pertambangan nikel di Indonesia. Jika eksekusi proyek berjalan optimal, kontrak baru tersebut berpeluang memperkuat recurring revenue sekaligus meningkatkan visibilitas pertumbuhan perusahaan ke depan.
Sebelumnya, HOPE menggandeng Beijing Blue Horizon Intelligent Equipment Co., Ltd., perusahaan teknologi asal China yang bergerak di bidang peralatan pertambangan dan rekayasa kelautan berteknologi tinggi untuk masuk ke bisnis alat berat pertambangan.
"Perusahaan akan menjajaki pengembangan bisnis alat berat pertambangan di Indonesia, mulai dari distribusi, transfer teknologi, pembangunan fasilitas perakitan lokal, hingga potensi pembentukan perusahaan patungan (joint venture)," ujar Kevin.
Dirinya menambahkan, kerja sama strategis ini berpotensi membuka Jalan bagi corporate action HOPE. Salah satu bagian yang menarik perhatian pelaku pasar adalah adanya pembahasan mengenai pemanfaatan status HOPE sebagai perusahaan terbuka untuk mendukung pendanaan ekspansi bisnis.
Pada 2026, HOPE juga mengumumkan langkah ekspansi besar melalui rencana akuisisi PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera. Untuk mendanai aksi korporasi ini, HOPE akan menerbitkan rights issue dengan nilai sekitar Rp266,29 miliar melalui penerbitan sekitar 2,13 miliar saham baru dengan harga Rp125 per saham.
Dana hasil aksi tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kepemilikan HOPE di TMMS dari 21,57% menjadi 99%, sehingga perusahaan akan menjadi pengendali penuh. Secara keseluruhan, nilai transaksi akuisisi ini diperkirakan berada di kisaran Rp257 miliar hingga Rp317 miliar.
(ayh/ayh)
[Gambas:Video CNBC]