kingsheadwye.com

Harga Cabai hingga Emas Naik, BPS Catat Inflasi Agustus 2026 Capai 0,12% - Makro Katadata.co.id

Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Agustus 2026 sebesar 0,21% secara bulanan (month-to-month/mtm).  Inflasi pada bulan lalu terutama disumbang oleh kenaikan harga cabai, ikan, beras, hingga emas. 

"Pada Agustus 2026 terjadi peningkatan indeks harga konsumen dari 111,73 pada Juli 2026 menjadi 111,97 pada Agustus tahun 2026," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers, Selasa (1/9).

Ateng mencatat inflasi Agustus berdasarkan tahun kalender atau year to date mencapai 1,86%, sedangkan secara year on year tercatat sebesar 3,19%. Ia menjelaskan, kelompok pengeluaran yang mendorong inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau  sebesar 0,57% dengan andil inflasi sebesar 0,17%. 

Adapun komoditas yang menyumbang inflasi pada kelompok tersebut, yakni cabai rawit, ikan segar, dan juga beras dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02%. Kacang panjang, buncis jagung manis, ketimun, semangka, sigaret keretek mesin, dan juga sigaret putih mesin atau SPM dengan andil inflasi masing-masing 0,01%.

Selain makanan, minuman, dan tembakau, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,03% dengan inflasi sebesar 0,37%. Inflasi kelompok ini terutama didorong oleh inflasi emas perhiasan sebesar 0,75% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,02%.

Di sisi lain, BPS mencatat kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 0,50% dan memberikan andil deflasi sebesar 0,06%. Adapun komoditas yang dominan mendorong deflasi pada kelompok transportasi,terutama tarif angkutan udara dengan andil deflasi sebesar 0,06% juga bensin dengan andil deflasi sebesar 0,03%.

Adapun jika dilihat sebaran inflasi mtm atau bulanan menurut wilayahnya, 27 provinsi mengalami inflasi dan 11 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi ini terjadi di Kepulauan Bangka Belitung dan Maluku yaitu sebesar masing-masing 0,81%. Sedangkan deflasi terdalam ini terjadi di Papua Pegunungan sebesar 1,27%.