Harga Pertalite Dipastikan Tetap hingga Akhir 2026, Airlangga Beberkan Strategi Pemerintah Jaga Daya Beli
Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:29 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite tetap dipertahankan hingga akhir 2026. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah tingginya harga minyak mentah dunia yang masih memberikan tekanan terhadap perekonomian.
Baca Juga
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tetap mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen untuk meredam dampak kenaikan harga energi. Menurutnya, APBN berfungsi sebagai shock absorber agar gejolak harga minyak global tidak langsung membebani masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Airlangga menjelaskan, sepanjang Semester I-2026 rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) mencapai USD90,46 per barel. Nilai tersebut jauh melampaui asumsi yang telah ditetapkan dalam APBN, namun pemerintah tetap memilih mempertahankan harga BBM subsidi.
Baca Juga
APBN Jadi Penyangga Gejolak Harga Minyak
Menurut Airlangga, kebijakan mempertahankan harga Pertalite merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dengan memanfaatkan APBN sebagai penyangga, pemerintah berusaha memastikan kenaikan harga minyak dunia tidak langsung berdampak terhadap pengeluaran masyarakat.
Baca Juga
Ia menegaskan bahwa menjaga daya beli menjadi salah satu prioritas pemerintah di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Karena itu, pemerintah tidak hanya menjaga harga BBM tetap stabil, tetapi juga berupaya mengendalikan harga pangan serta menyalurkan berbagai program stimulus secara tepat sasaran.
"Prinsip Pemerintah jelas, daya beli masyarakat tidak boleh tergerus. Karena itu harga BBM kita jaga, harga pangan kita stabilkan, dan stimulus kita salurkan tepat sasaran," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, dikutip Kamis (6/8/2026).
Airlangga mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak gejolak ekonomi global, khususnya yang dipicu oleh kenaikan harga energi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kebijakan Sesuai Arahan Presiden
Airlangga mengungkapkan keputusan untuk mempertahankan harga Pertalite hingga akhir tahun merupakan arahan langsung dari Presiden. Pemerintah memandang stabilitas harga energi menjadi faktor penting dalam menjaga konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Halaman Selanjutnya
Dengan harga BBM yang tetap terkendali, masyarakat diharapkan tidak menghadapi tambahan beban biaya transportasi maupun aktivitas ekonomi sehari-hari. Langkah tersebut juga diharapkan mampu menjaga stabilitas berbagai sektor yang bergantung pada distribusi barang dan jasa.