Hari Anak Nasional, Pertagas Ajak Siswa Belajar Sejarah Jakarta di Luar Kelas |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina Gas (Pertagas) mengajak puluhan siswa sekolah dasar mengenal sejarah, budaya, dan keberagaman Jakarta melalui program Jakarta Discovery Day. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 itu memanfaatkan ruang publik sebagai sarana pembelajaran di luar kelas.
Sebanyak 25 siswa dari masyarakat di sekitar wilayah operasi Pertagas diajak menjelajahi berbagai ikon dan kawasan bersejarah di Ibu Kota menggunakan bus tingkat Transjakarta. Bagi sebagian peserta, pengalaman tersebut menjadi kali pertama menikmati Jakarta dari atas bus wisata sekaligus belajar langsung dari lingkungan sekitar.
Corporate Secretary PT Pertamina Gas Sulthani Adil Mangatur mengatakan perusahaan ingin menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya diperoleh di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan lingkungan.
"Kami percaya bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan belajar yang tidak hanya berasal dari ruang kelas, tetapi juga dari pengalaman nyata. Melalui Jakarta Discovery Day, Perwira Pertagas hadir sebagai volunteer untuk menemani anak-anak mengenal lingkungan, berbagi inspirasi, dan menumbuhkan rasa ingin tahu mereka," ujar Sulthani dalam keterangan tertulis, Jumat (25/7/2026).
Ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Employee Volunteerism bertajuk Satu Senyum, Sejuta Energi yang dijalankan Pertagas melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dalam kegiatan itu, para pekerja Pertagas terlibat sebagai relawan yang mendampingi anak-anak selama perjalanan, berdiskusi, serta berbagi pengetahuan mengenai sejarah dan budaya Jakarta.
Guru pendamping peserta menilai pembelajaran berbasis pengalaman seperti ini menjadi pelengkap yang penting bagi proses belajar di sekolah.
"Anak-anak belajar langsung dari lingkungan sekitarnya. Mereka tidak hanya mengenal sejarah dan tempat-tempat penting di Jakarta, tetapi juga belajar untuk lebih berani bertanya, berdiskusi, dan mengamati hal-hal baru. Pengalaman seperti ini sulit diperoleh di dalam kelas, sehingga menjadi pelengkap yang sangat baik bagi proses belajar mereka," ujarnya.
Menurut Sulthani, keterlibatan pekerja sebagai relawan diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman belajar anak-anak, tetapi juga mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat melalui kegiatan sosial yang berkelanjutan.
Ia menambahkan Pertagas akan terus menghadirkan berbagai program tanggung jawab sosial yang membuka ruang belajar baru bagi anak-anak sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa.