kingsheadwye.com

Heritage Walk ANTARA ajak peserta telusuri jejak perjuangan Yogyakarta

Heritage Walk ANTARA ajak peserta telusuri jejak perjuangan Yogyakarta

Sabtu, 15 Agustus 2026 22:16 WIB

Image Print

Anggota komunitas Jaran (Jalan Liar dan Rasan-Rasan) memandu peserta saat Heritage Walk dan Hunting Foto di Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Pameran Merdeka yang diselenggarakan Perum LKBN ANTARA bersama komunitas Jaran (Jalan Liar dan Rasan-Rasan) dengan mengajak peserta menyusuri sejumlah bangunan bersejarah dan situs di kawasan Keraton Yogyakarta sambil mengenal sejarah tempat-tempat yang dilewati serta mengabadikannya melalui kegiatan hunting foto. ANTARA/Rahid Putra Laksana.

Yogyakarta (ANTARA) - Kegiatan Heritage Walk ANTARA dan Hunting Foto menjadi bagian dari rangkaian Pameran Foto "Merdeka: Merayakan Kemerdekaan, Merawat Kebersamaan" mengajak masyarakat mengenal jejak perjuangan dan sejarah Yogyakarta melalui sejumlah ruang bersejarah di kawasan Titik Nol Kilometer hingga Keraton Yogyakarta, Sabtu.

Kegiatan yang dipandu komunitas "Jalan Liar dan Rasan-Rasan" (Jaran) tersebut menyusuri sejumlah kawasan mulai dari Titik Nol Kilometer, Kampung Kauman, hingga kawasan Keraton Yogyakarta dengan berbagi cerita mengenai sejarah tempat-tempat yang dilewati.

"Titik Nol Jogja itu juga simbol-simbol perjuangannya banyak sekali, terus kita masuk ke area Kampung Kauman Keraton, nah itu narasi-narasi perjuangan, kepahlawanannya dari masa ke masa juga kita coba kita baca kembali," kata penggiat sejarah dan kebudayaan Paksi Raras Alit yang menjadi pemandu sejarah dalam kegiatan Heritage Walk.

Ia mengatakan, rute tersebut dipilih untuk menyesuaikan dengan tema perjuangan dalam Pameran Foto "Merdeka" sekaligus menghubungkan sejumlah ruang yang memiliki narasi perjuangan di Yogyakarta.

Baca juga: 68 karya foto ANTARA dipamerkan di Titik Nol Kilometer

"Kita menyelaraskan dengan tema perjuangan dan dari venue untuk pameran fotonya ANTARA yaitu Titik Nol, terus kebetulan di belakangnya juga sedang ada persiapan untuk acara 17 Agustus," katanya.

Untuk membuat cerita sejarah pada Heritage Walk ini lebih dekat dengan masyarakat, Paksi menggunakan pendekatan "story telling" melalui obrolan dan "rasan-rasan" yang tetap didasarkan pada sumber sejarah.

"Kalau sejarah yang versi menghafal itu kan membosankan, di acara jalan-jalan, rasakan-rasakan atau jalan liar itu selalu pendekatan pertamanya dari gosip atau dari cerita-cerita rasan-rasan dulu, tapi ada sumber-sumber sejarahnya yang benar," katanya.

Panitia Heritage Walk Aditya Pradana Putra mengatakan kegiatan tersebut dipilih karena lokasi Pameran Foto "Merdeka" berada di kawasan Titik Nol Kilometer yang memiliki banyak jejak sejarah yang berkaitan dengan perkembangan Yogyakarta dan perjuangan bangsa.

Baca juga: Wali Kota sebut pameran foto di Titik Nol Yogyakarta jadi daya tarik

"Di sini bukan sekadar ruang publik yang paling strategis di Yogyakarta, tapi di sini adalah titik bersejarah, di sini ada persimpangan banyak sejarah yang membentuk kota ini, bahkan negeri ini," katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membawa peserta lebih dekat dengan sejarah sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan.

"Melalui Heritage Walk ini diharapkan bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air dan yang pasti wawasan kebangsaan buat masyarakat, khususnya mereka yang mengikuti acara ini," katanya.

Salah seorang peserta Nina Sugianto mengatakan kegiatan tersebut memberikan tambahan wawasan mengenai sejarah Yogyakarta, dan pengalaman menyusuri kampung juga memberikan pengetahuan yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran formal.

"Senang banget bisa ikutan kayak gini karena nambah ilmu, nambah wawasan yang kadang di luar yang dipelajari di sekolah," katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Heritage Walk ANTARA ajak peserta telusuri jejak perjuangan Yogyakarta

Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto dan Wening Caya Ing Tyas
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026