Hetifah harap BNPB dengan pimpinan baru perkuat penanganan karhutla
Hetifah harap BNPB dengan pimpinan baru perkuat penanganan karhutla
Jumat, 16 Oktober 2026 09:10 WIB
Letjen TNI Kristomei Sianturi menjawab pertanyaan wartawan usai dilantik menjadi Kepala BNPB oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik Letjen TNI Kristomei Sianturi menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggantikan Letjen TNI Suharyanto. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym.
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian berharap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di bawah kepemimpinan Letjen TNI Kristomei Sianturi, dapat memperkuat penanganan bencana di berbagai daerah, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Hetifah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan pergantian Kepala BNPB dari Letjen TNI Suharyanto kepada Kristomei Sianturi harus menjadi momentum meningkatkan efektivitas penanganan bencana, sekaligus memulihkan kepercayaan publik usai adanya kasus dugaan korupsi di badan tersebut.
"Sebagai wakil rakyat dari Kalimantan Timur, saya secara khusus meminta perhatian serius terhadap karhutla dan kabut asap yang masih melanda wilayah Kalimantan. BNPB harus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan BPBD, mendengarkan kebutuhan mereka, serta memberikan dukungan nyata berupa personel, peralatan, anggaran, dan bantuan teknis," ujar Hetifah.
Ia menekankan pentingnya dukungan BNPB kepada pemerintah daerah agar penanganan bencana dapat berjalan efektif, terutama ketika daerah menghadapi karhutla yang meluas dan berkepanjangan.
Selain mempercepat penanganan darurat, Hetifah meminta BNPB bersama pemerintah daerah memperkuat upaya pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan, agar karhutla tidak terus berulang. Menurut dia, perlindungan kesehatan masyarakat perlu menjadi perhatian, khususnya bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan kelompok rentan yang terdampak kabut asap.
Berikutnya, Hetifah menegaskan Komisi VIII DPR RI akan memperkuat fungsi pengawasan terhadap BNPB, terutama terkait transparansi pengadaan barang dan jasa, akuntabilitas penggunaan dana siap pakai, kesiapan menghadapi bencana, serta efektivitas bantuan kepada pemerintah daerah dan masyarakat terdampak.
"Dalam raker terdekat kami akan meminta evaluasi menyeluruh dan rencana pembenahan yang terukur dari kepemimpinan baru BNPB. DPR juga harus memastikan dukungan anggaran kebencanaan benar-benar memadai, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Hetifah.
Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi melantik Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10) sore. Penunjukan perwira tinggi bintang tiga itu menandai babak baru kepemimpinan di lembaga kebencanaan nasional dalam menghadapi tantangan mitigasi serta penanganan bencana di tanah air.
Pewarta : Tri Meilani Ameliya, Mecca Yumna Ning Prisie
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026