HIPMI fokus perluas akses pasar dan jaringan bisnis bagi UMKM di Kota Depok - ANTARA News Megapolitan
Depok (ANTARA) - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Depok, Jawa Barat, fokus memperluas akses pasar, pendampingan, dan jaringan bisnis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya membantu mereka meningkatkan skala usaha dalam tiga tahun ke depan.
Ketua Umum BPC HIPMI Kota Depok Ardian Fajar Prastyawan di Depok, Sabtu, mengatakan jaringan bisnis yang dimiliki anggota HIPMI dapat dihubungkan dengan pelaku UMKM untuk membantu menjawab kebutuhan pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga perluasan pasar.
"HIPMI ingin menghubungkan UMKM dengan jaringan bisnis yang dimiliki para anggotanya," kata Ardian saat Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus BPC HIPMI Kota Depok periode 2026–2029.
Menurut dia, salah satu bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan adalah menghubungkan pelaku UMKM dengan industri percetakan untuk meningkatkan kualitas kemasan produk maupun membuka akses pemasaran melalui jaringan restoran yang dimiliki anggota HIPMI.
Dengan skema tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memperoleh pendampingan dan edukasi kewirausahaan, tetapi juga mendapatkan akses yang lebih luas terhadap pasar dan jaringan bisnis yang dibutuhkan untuk mengembangkan usahanya.
Ardian mengatakan HIPMI Kota Depok selama periode kepengurusan 2026–2029 akan memfokuskan program pada penguatan ekosistem kewirausahaan dan peningkatan kapasitas UMKM agar mampu meningkatkan skala usaha.
HIPMI, lanjut dia, juga diarahkan menjadi ruang belajar bagi calon pengusaha maupun pelaku UMKM dengan melibatkan para anggota yang telah memiliki pengalaman mengembangkan bisnis.
Pengusaha yang telah berkembang diharapkan dapat membagikan pengalaman, pengetahuan, dan jaringan sekaligus membuka peluang kolaborasi bagi pelaku usaha yang sedang merintis maupun mengembangkan bisnis.
Ardian mengatakan jaringan HIPMI selama ini memiliki peran dalam membuka akses pengusaha terhadap komunitas bisnis, pemodal, dan pemerintah. Pengalaman tersebut dinilai dapat diperluas manfaatnya kepada pelaku UMKM di Kota Depok.
Selain memanfaatkan jaringan internal, HIPMI Kota Depok akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, asosiasi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem usaha yang lebih terhubung.
Menurut Ardian, pemerintah dan dunia usaha memiliki peran yang saling melengkapi dalam pembangunan ekonomi daerah. Pemerintah berperan menyiapkan strategi, regulasi, dan ekosistem usaha, sedangkan pengusaha menangkap peluang, melakukan inovasi, serta menjalankan kegiatan ekonomi.
"Kunci kolaborasi ini adalah saling percaya dan memahami perannya masing-masing," ujarnya.
Ia menilai kolaborasi lintas organisasi juga diperlukan untuk memperluas jejaring pengusaha muda sehingga peluang usaha, pengetahuan, dan akses pasar dapat semakin terbuka.
Oleh karena itu, Ardian meminta kepengurusan HIPMI Kota Depok periode 2026–2029 tidak hanya menjalankan organisasi secara administratif, tetapi menghasilkan program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan dunia usaha.
"Program kerja yang dihasilkan harus berkualitas, dapat menghasilkan karya, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas," katanya.
Ia berharap penguatan kolaborasi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan jumlah pengusaha muda yang berkembang dan mampu memberikan kontribusi terhadap aktivitas perekonomian Kota Depok.
"Visi akhir adalah menjadikan Depok sebagai kota yang melahirkan sejumlah pengusaha muda yang mampu berkontribusi terhadap perekonomian," kata Ardian.
Pewarta: Feru Lantara
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.