Honda Sebut TikTok Kini Ikut Menentukan Penjualan Motor
Kamis, 16 Juli 2026 - 20:00 WIB
Jakarta, VIVA – Cara menjual sepeda motor kini mengalami perubahan seiring berkembangnya teknologi digital. Jika dulu promosi banyak mengandalkan brosur atau aktivitas di dealer, kini media sosial menjadi salah satu senjata baru bagi tenaga penjual untuk menjangkau calon konsumen.
Baca Juga
Perubahan tersebut diungkapkan General Manager Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM), Ahmad Muhibbuddin, saat berbagi pengalaman dari proses penjurian Kontes Layanan Honda Nasional (KLHN) 2026. Menurutnya, media sosial kini tidak bisa dipisahkan dari aktivitas pemasaran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Bahkan tadi dalam penjurian, ada sales people yang ternyata seleb TikTok. Followers-nya 34 ribu," ujarnya di Jakarta, dikutip VIVA Otomotif Kamis 16 Juli 2026.
Baca Juga
Ia mengaku sempat menanyakan jenis konten yang dibuat oleh tenaga penjual tersebut. Menariknya, konten yang diunggah bukan hanya berisi promosi produk Honda, melainkan hiburan yang dikemas secara ringan.
"Saya tanya, 'Kontennya apa?' Dia bilang, 'Kontennya yang lucu-lucu saja, Pak.' Jadi tidak melulu harus jualan Honda. Soft selling, baru nanti diarahkan ke proses follow up penjualan," tuturnya.
Baca Juga
Menurut Muhibbuddin, pendekatan tersebut terbukti efektif untuk membangun kedekatan dengan calon konsumen. Setelah memiliki audiens, tenaga penjual bisa melanjutkan komunikasi hingga akhirnya mengarahkan mereka ke proses pembelian.
Perubahan perilaku konsumen juga mulai terlihat di berbagai daerah. Muhibbuddin mencontohkan kondisi di Lampung, di mana keputusan pembelian motor dalam sebuah keluarga justru banyak dipengaruhi oleh anak-anak muda yang aktif menggunakan media sosial.
"Di Lampung, yang menjadi penentu penjualan itu kebanyakan anak-anak Gen Z, sementara bapaknya tidak main handphone. Orang tuanya mungkin petani dan tidak terlalu mengikuti perkembangan media sosial, tetapi anaknya yang aktif. Akhirnya anak yang bilang, 'Pak, beli yang ini saja, jangan yang itu'," katanya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melihat kondisi tersebut, AHM mendorong tenaga penjual untuk ikut beradaptasi dengan perkembangan digital. Menurutnya, kemampuan memanfaatkan media sosial kini menjadi salah satu nilai tambah selain penguasaan produk dan pelayanan kepada konsumen.
"Memang mau tidak mau, kami men-challenge sales people kami untuk menjadi bagian dari perubahan atau pergerakan di area media sosial ini," ujar Muhibbuddin.
Halaman Selanjutnya
Pemanfaatan media sosial menjadi salah satu bentuk transformasi yang terus didorong AHM kepada jaringan dealernya. Perusahaan menilai tenaga penjual tidak lagi cukup hanya menguasai produk, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi yang relevan dengan calon konsumen melalui platform digital.