Honda Uji Pelajar Naik Motor, Ada Tes Rem sampai Kontrol Emosi
Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:55 WIB
Semarang, VIVA – PT Astra Honda Motor (AHM) menguji kemampuan pelajar dan guru dalam memahami keselamatan berkendara melalui Cari Aman Academy 2026. Program yang baru pertama kali digelar ini melibatkan 56 pelajar dan 28 guru dari 28 sekolah binaan Safety Riding Astra Honda.
Baca Juga
Kegiatan berlangsung di Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, Semarang, pada 6-8 Oktober 2026. Para peserta tidak hanya diuji soal teori berkendara, tetapi juga kemampuan mengendalikan sepeda motor serta menyampaikan edukasi kepada orang lain.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Instruktur Safety Riding PT AHM, Hendrik Ferianto, mengatakan program tersebut dibuat untuk mengukur sekaligus memperkuat kompetensi para peserta sebelum mereka berperan sebagai agen keselamatan di lingkungan masing-masing.
Baca Juga
"Tujuannya untuk mengukur dan mengukuhkan bahwa ini menjadi bentuk AHM mendukung pemerintah dalam menurunkan angka kecelakaan," ujar Hendrik di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (7/10/2026).
Menurut dia, para peserta nantinya diharapkan dapat menyebarkan pengetahuan mengenai keselamatan berkendara kepada teman, keluarga, maupun lingkungan sekitar. Karena itu, kemampuan mereka perlu diuji terlebih dahulu agar informasi yang disampaikan tidak keliru.
Baca Juga
Penilaian dalam Cari Aman Academy mencakup tiga aspek, yakni Knowledge, Skill, dan Creativity. Pada aspek pengetahuan, peserta menjalani ujian teori sekaligus diminta menjelaskan materi keselamatan berkendara, termasuk konsep cari aman.
Sementara kemampuan berkendara diuji melalui sejumlah tantangan menggunakan Honda BeAT. Motor matik tersebut dipilih karena menjadi salah satu kendaraan yang banyak digunakan oleh kalangan pelajar.
"Motor matik sekarang menjadi motor yang luar biasa favorit dan Honda BeAT ini digunakan untuk usia-usia anak sekolah," kata Hendrik.
Dalam aspek keterampilan, peserta diuji kemampuan pengereman, keseimbangan statis, serta slalom. Menurut Hendrik, kemampuan pengereman menjadi salah satu bagian penting karena berkaitan dengan upaya mengurangi dampak kecelakaan.
"Kemampuan rem yang baik ini bisa menurunkan risiko fatalitas dari kecelakaan," ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada tantangan keseimbangan statis, peserta dituntut menjaga motor tetap seimbang dalam kondisi diam. Latihan tersebut juga menguji bagaimana pengendara mengontrol gerakan tangan agar dapat mempertahankan keseimbangan sepeda motor.
Selain keterampilan teknis, peserta juga diuji dalam mengendalikan emosi dan mengambil keputusan ketika menghadapi lintasan. Salah satunya melalui tantangan slalom dan teknik berbelok.
Halaman Selanjutnya
Hendrik menjelaskan, ketika melewati putaran balik atau tikungan, peserta harus menentukan kecepatan, titik masuk tikungan, teknik pengereman, serta menjaga keseimbangan.