kingsheadwye.com

Hutama Karya Pakai Konstruksi Bronjong demi Lindungi Bantaran Sungai Aceh

Bagikan:

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) memilih konstruksi bronjong sebagai metode utama untuk memperkuat bantaran sungai dalam Proyek Tanggap Darurat Bencana Sumber Daya Air (TD SDA) di Provinsi Aceh.

Metode tersebut dinilai lebih efektif melindungi lereng sungai dari erosi, longsor hingga luapan air sekaligus mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.

Hingga awal Juli 2026, progres proyek TD SDA Aceh telah mencapai 95 persen. Dalam proyek tersebut, perseroan menyelesaikan normalisasi dan pengalihan alur sungai di 30 titik dengan total panjang mencapai 16 kilometer.

Ini merupakan bagian dari upaya memulihkan fungsi sungai sekaligus mengurangi risiko banjir akibat sedimentasi dan perubahan alur.

Selain normalisasi sungai, Hutama Karya juga membangun dinding penahan tanah menggunakan konstruksi bronjong di 17 titik yang tersebar di sejumlah wilayah di Aceh.

Saat ini, 12 titik telah selesai dipulihkan, sedangkan lima titik lainnya ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026.

Beberapa lokasi yang masih dalam tahap penyelesaian berada di Natam, Kabupaten Aceh Tenggara, Aibobo, Rikib Ghaib dan Penomon di Kabupaten Gayo Lues serta Lawet di Kabupaten Aceh Barat.

Pelaksana Tugas (Plt) Executive Vice President (EVP) Sekretaris Hutama Karya Hamdani menjelaskan, bronjong dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan metode konvensional untuk pengamanan lereng sungai.

Menurut dia, konstruksi tersebut menggunakan susunan batu yang ditempatkan di dalam anyaman kawat baja galvanis, sehingga mampu mengikuti pergerakan tanah tanpa mudah mengalami kerusakan.

Selain memiliki waktu pemasangan relatif cepat, bronjong juga mampu memberikan perlindungan jangka panjang terhadap bantaran sungai dari ancaman erosi, longsor maupun luapan air saat debit sungai meningkat.

Penerapan bronjong pada Proyek TD SDA Aceh difokuskan di kawasan bantaran sungai yang berdekatan dengan permukiman warga, lahan pertanian serta fasilitas umum.

Dengan demikian, kestabilan lereng sungai dapat terjaga dan meminimalisir risiko kerusakan akibat banjir.

"Hutama Karya berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat penanganan pascabencana melalui pembangunan infrastruktur berkualitas dan tepat guna," ujar Hamdani dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 18 Juli.

Melalui pekerjaan pengamanan lereng sungai menggunakan konstruksi bronjong, perseroan berharap, masyarakat memperoleh perlindungan lebih baik dari risiko banjir dan erosi sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap potensi bencana di masa depan

Dalam pelaksanaan proyek, Hutama Karya menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari tingginya debit sungai, curah hujan tinggi hingga lokasi pekerjaan yang tersebar di berbagai wilayah.

Untuk memastikan pekerjaan tetap berjalan sesuai target, perusahaan menerapkan berbagai langkah mitigasi, seperti membangun tanggul sementara, melakukan dewatering, mengoptimalkan jam kerja serta mengelompokkan area pekerjaan berdasarkan zona penanganan.

Perusahaan juga menerapkan pengendalian mutu pada setiap tahapan pekerjaan, mulai dari pemeriksaan material kawat bronjong dan batu pengisi, fondasi, sambungan kawat hingga pengujian kuat tarik serta lapisan galvanis pada material yang digunakan.

Melalui penyelesaian Proyek TD SDA Aceh, Hutama Karya berharap, perlindungan terhadap kawasan permukiman, lahan pertanian dan infrastruktur umum di sekitar aliran sungai semakin meningkat.

Sehingga, aktivitas masyarakat dapat berlangsung lebih aman, terutama saat musim hujan maupun ketika debit sungai mengalami peningkatan.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+