kingsheadwye.com

Hutama Karya Rancang Tol Langsa–Aceh Tamiang jadi Jalur Evakuasi Bencana

Bagikan:

JAKARTA - Jalan Tol Langsa–Aceh Tamiang tak hanya dirancang untuk memperkuat konektivitas antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Ruas yang menjadi kelanjutan koridor Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tersebut juga diproyeksikan menjadi jalur strategis untuk mendukung evakuasi dan penanganan bencana, khususnya banjir yang kerap melanda Kabupaten Aceh Tamiang.

Fungsi tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Komisi VI DPR RI ke proyek pembangunan Jalan Tol Binjai–Langsa dan hunian sementara (Huntara) Aceh Tamiang, Rabu, 22 Juli.

Dalam pemaparan proyek, ruas Tol Langsa–Aceh Tamiang dinilai memiliki urgensi strategis karena mampu mempercepat mobilisasi personel, penyaluran bantuan kemanusiaan hingga distribusi logistik ketika terjadi bencana. Kehadiran ruas tersebut juga diharapkan memperkuat ketahanan jaringan transportasi di wilayah utara Pulau Sumatera.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyatakan, dukungan terhadap percepatan pembangunan koridor Jalan Tol Trans Sumatera di wilayah utara.

Ini termasuk penyelesaian ruas Pangkalan Brandan–Langsa serta rencana pembangunan Tol Langsa–Aceh Tamiang.

"Kami berharap, trase Jalan Tol Pangkalan Brandan–Langsa dapat segera memasuki tahap konstruksi, sehingga konektivitas Medan hingga Aceh dapat segera terwujud. Komisi VI DPR RI juga mendukung rencana pembangunan ruas Langsa–Aceh Tamiang sebagai kelanjutan

koridor Jalan Tol Trans Sumatera," ujar Andre dikutip dari keterangan resmi, Jumat, 24 Juli.

Menurut dia, pembangunan kedua ruas tersebut tidak hanya penting untuk meningkatkan konektivitas, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan, memperlancar mobilisasi logistik dan memperkuat kapasitas penanganan kebencanaan di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

Saat ini, Tol Binjai–Langsa merupakan bagian dari koridor utama Jalan Tol Trans Sumatera yang menghubungkan Sumatera Utara dan Aceh.

Ruas Binjai–Pangkalan Brandan sepanjang 57,5 kilometer telah beroperasi dan melayani mobilitas masyarakat.

Nantinya, koridor tersebut akan diperpanjang hingga Langsa dengan total panjang mencapai sekitar 130,7 kilometer.

Jalan tol itu terdiri atas lima seksi, yakni Seksi 1 Binjai–Stabat sepanjang 12,3 kilometer, Seksi 2 Stabat–Tanjung Pura sepanjang 26,2 kilometer, Seksi 3 Tanjung Pura–Pangkalan Brandan sepanjang 19,02 kilometer yang telah beroperasi, Seksi 4 Pangkalan Brandan–Kuala Simpang sepanjang 44,2 kilometer serta Seksi 5 Kuala Simpang–Langsa sepanjang 29 kilometer.

Secara ekonomi, koridor Pangkalan Brandan–Langsa diproyeksikan mampu memangkas jarak tempuh hingga 15,03 persen dan menghemat waktu perjalanan sebesar 51,78 persen.

Proyek tersebut juga memiliki Economic Internal Rate of Return (EIRR) sebesar 13,24 persen, sehingga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi serta pemerataan pembangunan di Sumatera Utara dan Aceh.

BACA JUGA:


Direktur Operasi III PT Hutama Karya (Persero) Iwan Hermawan mengatakan, dukungan Komisi VI DPR RI menjadi faktor penting untuk memastikan keberlanjutan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.

"Dukungan tersebut menjadi faktor penting agar pembangunan JTTS dapat terus berjalan sesuai target, sehingga manfaat konektivitas, pemerataan ekonomi dan peningkatan daya saing wilayah dapat segera dirasakan masyarakat, terkait Huntara juga akan kami koordinasikan dengan Danantara dan instansi terkait untuk tindaklanjutnya," tuturnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+