kingsheadwye.com

IEA: Minyak Norwegia penting, desak EU tinjau moratorium Arktik

London (ANTARA) - Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol, Jumat (10/7), mengatakan bahwa Uni Eropa (EU) harus mempertimbangkan kembali moratorium pengeboran di Arktik, dengan alasan bahwa minyak dan gas Norwegia sangat penting untuk keamanan energi Eropa.

Uni Eropa memperkenalkan moratorium tersebut pada 2021 sebagai bagian dari komitmen iklim dan kebijakan lingkungannya.

Langkah itu mencegah pengeboran di Laut Barents utara Norwegia, area yang diperkirakan mengandung sebagian besar sumber daya minyak dan gas yang tersisa di negara itu.

Norwegia, yang bukan anggota EU tetapi merupakan pemasok gas alam terbesar di Eropa, telah mendesak blok tersebut dalam beberapa bulan terakhir untuk mencabut penentangannya terhadap pengeboran di Arktik.

Negara tersebut berpendapat bahwa perang Iran dan gangguan pasokan minyak dan gas terbesar dalam sejarah telah memperkuat alasan untuk mengamankan pasokan energi yang andal dari wilayah di luar zona konflik.

Birol menyerukan peninjauan kembali moratorium tersebut setelah pertemuan dengan Menteri Keuangan Norwegia, Jens Stoltenberg, di Brussel.

"Saya mendukung Komisi untuk meneliti masalah ini dengan saksama karena ini penting bagi keamanan energi Eropa," kata Birol, seperti yang dilaporkan Bloomberg.

"Dunia membutuhkan setiap tetes minyak dari Norwegia," tambah kepada badan internasional tersebut.

Birol menulis di akun X bahwa selama pertemuan dengan pejabat Norwegia tersebut, dia "menekankan pentingnya Norwegia bagi keamanan energi Eropa karena negara-negara menilai kembali strategi energi mereka."

Seruan itu muncul ketika beberapa investor Eropa terus mendesak Komisi Eropa untuk mempertahankan moratorium tersebut.

Norwegia telah berpendapat selama bertahun-tahun bahwa garis batas yang mendefinisikan Arktik seharusnya tidak menentukan di mana eksplorasi minyak dan gas dapat dilakukan.

Sumber: Anadolu

Baca juga: IEA sebut pasokan minyak global catat kenaikan bulanan terbesar

Baca juga: IEA: Krisis Hormuz akan ubah peta energi dunia

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.