IHSG Anjlok, BEI Berlakukan Trading Halt |Republika Online
Layar digital menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (31/7/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona hijau pada perdagangan akhir pekan ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,80 persen atau 49,762 poin ke level 6.236,126, sekaligus menutup perdagangan akhir Juli di zona hijau.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham (trading halt) pada Jumat (16/10/2026) setelah Indeks Harga Saham Gabungan mengalami penurunan tajam pada awal perdagangan. Penghentian sementara dilakukan setelah tekanan jual di pasar saham domestik mendorong indeks turun hingga 8,01 persen ke level 5.393,92.
IHSG langsung anjlok 8 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 5.863,78. Tekanan jual kemudian berlanjut hingga indeks menyentuh ambang batas penghentian sementara perdagangan yang ditetapkan bursa.
Sesuai ketentuan BEI, trading halt diberlakukan selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan hingga lebih dari 8 persen. Jika indeks kembali mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 15 persen, bursa dapat kembali menghentikan perdagangan selama 30 menit. Adapun penurunan lanjutan hingga lebih dari 20 persen dapat memicu penghentian perdagangan sampai akhir sesi atau lebih dari satu sesi setelah memperoleh persetujuan atau perintah Otoritas Jasa Keuangan.
Tekanan terhadap pasar saham Indonesia terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor menyusul usulan Morgan Stanley Capital International untuk mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market atau pasar mandiri. Langkah evaluasi MSCI ini memicu aksi lepas saham oleh sejumlah pemodal.
MSCI menyoroti persoalan transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi. Lembaga penyedia indeks global tersebut meminta bukti perbaikan yang nyata dan berkelanjutan sebelum menetapkan keputusan akhir atas usulan reklasifikasi Indonesia.
Usulan tersebut berpotensi memengaruhi keputusan investor global yang menjadikan indeks MSCI sebagai acuan investasi. Namun, besarnya dampak terhadap arus modal asing akan bergantung pada keputusan final MSCI dan respons pengelola dana internasional.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 79,24 poin atau 1,33 persen ke level 5.863,78 pada perdagangan Kamis (15/10/2026). Seluruh 11 sektor yang tercakup dalam indeks sektoral IDX-IC mengalami pelemahan, dengan sektor energi terkoreksi paling dalam sebesar 5,88 persen.
Pelemahan tersebut berlangsung di tengah tekanan bursa saham Asia dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve Amerika Serikat setelah inflasi AS tercatat lebih tinggi daripada perkiraan pasar. Kondisi ekonomi global ini turut memperberat laju indeks domestik.