kingsheadwye.com

IHSG Berpotensi Konsolidasi, Saham BUMI, ESSA hingga PSAB Jadi Rekomendasi - Bursa Katadata.co.id

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal bergerak konsolidasi pada perdagangan Selasa (11/8). Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT J Resources Asia Pacific Tbk (PSAB) hingga PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA).

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, tren utama IHSG dalam jangka pendek masih bullish selama indeks tidak turun di bawah level 6.300.

Menurut dia, IHSG telah menembus level resistance 6.459 pada perdagangan Senin (10/8). Kondisi tersebut membuat IHSG semakin dekat dengan target Fibonacci berikutnya di level 6.545.

“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish,” tulis Ivan dalam risetnya dikutip Selasa (11/8).

Adapun level support IHSG berada di level 6.300, 6.212, 6.138 dan 6.020 sementara level resistance di level 6.545, 6.700 dan 6.835.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Untuk perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan target harga ke Rp 197, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan target harga ke Rp 5.900. 

Lalu PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan target harga ke Rp 845, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan target harga ke level 1.420 serta PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dengan target harga ke Rp 1.180.

Hal serupa juga dikatakan tim riset BRI Danareksa. Menurutnya, secara teknikal IHSG berpotensi bergerak sideways dengan support terdekat di 6.300–6.320 dan resistance penting di 6.400 - 6.450. 

Rejection dari area 6.450 menjadi sinyal bahwa momentum penguatan mulai tertahan, sehingga IHSG berpotensi konsolidasi terlebih dahulu,” seperti yang tertulis di riset BRI Danareksa.

Pasar diperkirakan bergerak lebih terbatas dengan investor mencermati perkembangan kebijakan BI serta data domestik. Berdasarkan kalender ekonomi, perhatian tertuju pada Retail Sales secara tahunan yang diproyeksikan membaik menjadi 1,8% dari sebelumnya -3,9%. 

Jika realisasi sesuai atau di atas ekspektasi, dapat menjadi katalis positif terhadap persepsi konsumsi domestik, namun ruang penguatan IHSG masih berpotensi terbatas setelah kenaikan sebelumnya. 

Tim riset BRI Danareksa merekomendasikan saham PT J Resources Asia Pacific Tbk (PSAB), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) dan PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT).