kingsheadwye.com

IHSG Ditutup Anjlok 1,63% ke 6.261, Saham Big Caps Jadi Beban Utama

Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Tekanan jual yang mendominasi perdagangan membuat indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali berada di zona merah hingga akhir sesi.

Baca Juga

Berdasarkan data perdagangan BEI, IHSG ditutup di level 6.261,39, atau merosot 103,98 poin setara 1,63 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.365,37.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

IHSG sebenarnya sempat dibuka di level 6.383,81 dan bergerak ke level tertinggi 6.388,58 pada awal perdagangan. Namun, tekanan jual kemudian membawa indeks terus melemah hingga menyentuh level terendah 6.230,10.

Baca Juga

Pergerakan IHSG sepanjang perdagangan menunjukkan tekanan yang cukup konsisten. Setelah sempat mengalami rebound tipis pada sesi pagi, indeks kembali tertekan dan bergerak turun hingga mendekati level 6.200 menjelang penutupan.

Data BEI juga menunjukkan mayoritas saham berakhir di zona merah. Sebanyak 574 saham melemah, sedangkan hanya 108 saham menguat dan 108 saham lainnya stagnan.

Baca Juga

Transaksi Saham Capai Rp18,2 Triliun

Tekanan jual turut tercermin dari aktivitas transaksi di pasar saham. Berdasarkan data BEI, total volume perdagangan saham pada Selasa mencapai 46,97 miliar saham.

Sementara itu, nilai transaksi tercatat sebesar Rp18,20 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 2,62 juta kali.

Perdagangan juga tidak hanya didominasi saham biasa. Secara keseluruhan, transaksi di BEI mencakup saham, exchange traded fund (ETF), DIRE, structured warrant, dan waran.

Dari total transaksi tersebut, perdagangan saham mencatat volume 45,45 miliar saham dengan nilai mencapai Rp18,18 triliun dan frekuensi sebanyak 2,60 juta transaksi.

Saham Big Caps Jadi Pemberat IHSG

Penurunan IHSG tidak terlepas dari tekanan terhadap sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham-saham big caps yang menjadi pemberat indeks antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), hingga PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan data BEI, BBCA ditutup di level Rp6.375 per saham atau relatif stagnan dari posisi sebelumnya. Saham BBCA diperdagangkan dengan volume 88,66 juta saham dan nilai transaksi Rp566,83 miliar.

Sementara itu, BMRI ditutup melemah 60 poin atau sekitar 1,41 persen ke level Rp4.180. Volume perdagangan BMRI mencapai 148,61 juta saham dengan nilai transaksi Rp625,38 miliar.

Halaman Selanjutnya

Saham BBRI juga tertekan 40 poin atau sekitar 1,28 persen ke level Rp3.090. Adapun volume perdagangan BBRI mencapai 232,23 juta saham dengan nilai transaksi Rp724,67 miliar.