IHSG Turun Tipis di Sesi I, Sektor Properti Jadi Penekan Utama
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 0,04 persen atau turun 2,626 basis poin ke level 6.183,157 pada akhir perdagangan sesi I siang ini, Selasa 28 Juli 2026.
Setelah sempat dibuka pada level 6.185 di pagi hari, IHSG bergerak variatif di sepanjang sesi dengan rentang pergerakan antara level terendah 6.146 hingga level tertinggi 6.199.
Perdagangan hari ini dicatat oleh penguatan 332 saham, sementara 255 saham mengalami penurunan dan sisanya stagnan.
Saham AISA, ALKA, serta BAJA mendominasi pasar sebagai tiga saham dengan nilai transaksi terbesar.
Pergerakan indeks sektoral cenderung terbelah pada sesi pertama ini. Di zona hijau, kenaikan dipimpin oleh sektor bahan baku (IDXBASIC) yang menguat 0,77 persen, disusul oleh barang konsumen primer (IDXNONCYC) sebesar 0,68 persen, dan infrastruktur (IDXINFRA) sebesar 0,19 persen.
Sektor perindustrian (IDXINDUST) serta barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) turut menguat tipis masing-masing sebesar 0,034 poin dan 0,02 persen.
Sebaliknya, tekanan aksi jual menahan laju beberapa sektor lainnya. Sektor properti (IDXPROPERT) mencatatkan penurunan terbesar hingga 1,60 persen, diikuti sektor kesehatan (IDXHEALTH) sebesar 0,46 persen, teknologi (IDXTECHNO) 0,43 persen, keuangan (IDXFINANCE) 0,38 persen, energi (IDXENERGY) 0,29 persen, dan transportasi (IDXTRANS) yang menipis 0,16 persen.
Di tengah pelemahan IHSG, mayoritas indeks acuan utama justru berhasil parkir di zona hijau. Indeks LQ45 tercatat naik 0,28 persen ke level 614,296, disusul oleh IDX30 yang menguat 0,21 persen ke posisi 345,593, serta indeks MNC36 yang menguat tipis 0,05 persen ke level 267,599. Hanya indeks syariah Jakarta Islamic Index (JII) yang mengikuti jejak IHSG dengan melemah 0,07 persen ke posisi 369,482.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.