kingsheadwye.com

Indonesia dan Swiss Tekun MoU Kerja Sama Sektor Mineral dan Logam

Lukman Nur Hakim Akurat.co

| 17 Juli 2026, 11:46 WIB

Indonesia dan Swiss Tekun MoU Kerja Sama Sektor Mineral dan Logam

Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani bersama Duta Besar Swis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Olivier Zehnder

AKURAT.CO Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Pemerintah Konfederasi Swiss menyelesaikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Enhanced Cooperation in the Minerals and Metals Sector.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dan disaksikan oleh Duta Besar Swis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Olivier Zehnder.

Rosan mengatakan bahwa penyelesaian penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemitraan Indonesia dan Swis di sektor mineral dan logam, sekaligus mendukung pengembangan investasi hilirisasi yang berkelanjutan.

Baca Juga: Bos BKPM Taksir Realisasi Investasi Kuartal-I 2026 Naik Hampir 7 Persen ke Rp497 Triliun

"Dalam upaya tersebut, Swis merupakan mitra yang ideal dengan keunggulannya di bidang teknologi, inovasi, keberlanjutan, pembiayaan, logistik, dan akses pasar global," kata Rosan, Jumat (17/7/2026).

Sementara itu, Duta Besar Swis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Oliver Zehnder menyampaikan bahwa MoU tersebut menjadi landasan baru bagi kedua negara untuk memperkuat kolaborasi yang saling melengkapi di sektor mineral dan logam.

Nota kesepahaman ini, kata Oliver memanfaatkan keunggulan yang saling melengkapi antara kedua negara, dengan menghubungkan potensi sumber daya Indonesia dengan teknologi, keahlian, dan modal dari Swis di sepanjang rantai nilai, mulai dari investasi dan inovasi hingga praktik pengelolaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Kami berharap kerja sama ini akan semakin mempererat kemitraan ekonomi kedua negara sekaligus menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat di Indonesia maupun Swis," jelas Zehnder.

Adapun, MoU ini merupakan tindak lanjut dari Expression of Interest yang ditandatangani pada 30 September 2025 dan menjadi kerangka kerja sama kedua negara untuk meningkatkan investasi serta pengembangan industri mineral dan logam.

Kerja sama mencakup promosi dan fasilitasi investasi, penguatan rantai pasok mineral dan logam yang berkelanjutan, pertukaran pengetahuan dan teknologi, pengembangan sumber daya manusia.

Kemudian, penerapan praktik Environmental, Social, and Governance(ESG), pengembangan teknologi bersih (cleantech), peningkatan tata kelola industri hilir, hingga penyelenggaraan misi bisnis, seminar, pameran, pelatihan, dan business matching.

Kerja sama ini sejalan dengan agenda transformasi ekonomi Indonesia melalui hilirisasi sumber daya alam.

Pemerintah terus mendorong peningkatan nilai tambah mineral strategis nasional melalui pengembangan industri pengolahan dan manufaktur berteknologi tinggi, termasuk ekosistem baterai kendaraan listrik, energi terbarukan, dan industri hijau.