kingsheadwye.com

Indonesia tegaskan lagi dukungan penguatan kapasitas Palestina

Indonesia tegaskan lagi dukungan penguatan kapasitas Palestina

Jumat, 24 Juli 2026 15:23 WIB

Image Print

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco dalam apat Kerja Nasional (Rakernas) III Aliansi Program Studi Kewirausahaan Indonesia (APSKI) Tahun 2026 di Denpasar, Kamis (23/7/2026). (ANTARA/HO-Kemdiktisaintek)

Jakarta (ANTARA) - Indonesia menegaskan kembali komitmen untuk terus mendukung Palestina melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan institusi, sebagai bagian dari upaya mewujudkan negara Palestina yang merdeka.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dalam The 5th Ministerial Meeting for the Conference on the Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD V) di Manila, Filipina.

"Mewujudkan negara Palestina yang merdeka memerlukan dukungan yang berkelanjutan dari seluruh komunitas internasional," kata Sugiono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

CEAPAD menjadi landasan bagi negara-negara anggota untuk mengubah solidaritas menjadi aksi nyata melalui kemitraan dalam memperkuat institusi dan sumber daya manusia Palestina, katanya.

Sejalan dengan CEAPAD IV Kuala Lumpur Action Plan, yang disepakati pada 2025, Indonesia melanjutkan berbagai program peningkatan kapasitas di bidang pendidikan, kesehatan, penguatan kelembagaan, reformasi sektor hukum dan keamanan, serta pertanian.

Di sektor pendidikan, Indonesia kembali memberikan beasiswa bagi mahasiswa kedokteran asal Palestina pada tahun ini.

Indonesia juga meluncurkan kerja sama trilateral baru dengan Australia untuk mendorong dialog di bidang pendidikan dan penegakan hukum.

Sementara itu, di sektor pertanian, Indonesia akan melanjutkan kerja sama trilateral dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang berfokus pada pengembangan kapasitas pengelolaan budidaya alpukat di Palestina.

Sugiono juga menegaskan agar perhatian masyarakat internasional terhadap krisis kemanusiaan di Gaza tidak boleh berkurang di tengah upaya membangun kapasitas Palestina.

"Di tengah upaya membangun kapasitas dan institusi Palestina, perhatian masyarakat internasional terhadap krisis kemanusiaan di Gaza tidak boleh surut. Indonesia akan terus berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan kemanusiaan yang mendesak melalui berbagai organisasi internasional," ujarnya.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Indonesia akan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai 2 juta dolar AS tahun ini melalui kemitraan dengan International Committee of the Red Cross (ICRC) untuk masyarakat di Gaza.

Menutup pernyataannya, Sugiono menekankan pentingnya CEAPAD memperkuat sinergi dengan berbagai mitra regional dan internasional agar setiap inisiatif saling melengkapi, lebih efektif, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi rakyat Palestina.

Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026