Industri Musik Tak Sekadar Hiburan, Lagu dan Konser Jadi Ruang Ekspresi Emosi
Minggu, 11 Oktober 2026 - 00:32 WIB
Jakarta, VIVA – Industri musik tidak hanya berkaitan dengan hiburan, tetapi juga pengalaman emosional yang dirasakan pendengarnya. Lagu dapat menjadi sarana untuk mengenali perasaan, mengekspresikan emosi, hingga membantu seseorang menghadapi tekanan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga
Peran musik dalam kehidupan emosional tersebut kembali menjadi perhatian dalam momentum Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober. Pembahasan ini turut memperlihatkan bagaimana musik memiliki nilai lebih dari sekadar produk hiburan, yakni sebagai medium komunikasi dan pengalaman yang dekat dengan kehidupan manusia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada 2026, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengangkat tema “Lived experiences heard: real voices, real change”. Tema tersebut menekankan pentingnya mendengarkan pengalaman nyata orang-orang yang hidup dengan kondisi kesehatan mental serta memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan cerita.
Baca Juga
WHO juga menyebut aktivitas seni dapat membantu seseorang memahami dan mengomunikasikan emosi, memproses pengalaman sulit, serta mendukung kesejahteraan secara keseluruhan.
Dalam konteks industri musik, kedekatan emosional antara karya dan pendengar menjadi salah satu aspek yang membuat sebuah lagu memiliki arti personal bagi banyak orang. Pengalaman tersebut dapat terbentuk melalui lirik, melodi, aransemen, maupun cerita yang disampaikan musisi.
Baca Juga
Musik Membantu Mengenali dan Mengekspresikan Emosi
Psikolog Klinis Dewasa, Larasati Margaretha Soetrisno, M.Psi., Psikolog, menjelaskan musik dapat membantu seseorang mengenali perasaan yang terkadang sulit diungkapkan melalui kata-kata.
Menurut dia, lirik, nada, dan instrumen dalam sebuah lagu dapat merepresentasikan emosi yang sedang dirasakan pendengar.
“Tidak semua orang bisa mengenali dan menjelaskan emosinya, sehingga ketika mendengar lagu tertentu, lirik, nada, atau instrumennya dapat merepresentasikan apa yang sedang dirasakan. Musik membantu seseorang menemukan bentuk dari perasaan yang sebelumnya sulit dijelaskan,” kata Larasati dalam keterangannya, Sabtu, 10 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Temuan penelitian Thomas Schäfer dan rekan-rekannya dari Chemnitz University of Technology, Jerman, mengenai fungsi psikologis musik juga menunjukkan bahwa orang mendengarkan musik untuk berbagai tujuan, mulai dari mengatur suasana hati hingga memahami diri sendiri dan membangun keterhubungan dengan orang lain.
Selain membantu mengenali perasaan, aktivitas bermusik, seperti mendengarkan, memainkan, dan menciptakan musik, juga dapat menjadi sarana mengekspresikan emosi. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychology of Music turut membahas manfaat aktivitas bermusik dalam mendukung regulasi emosi.
Halaman Selanjutnya
Kedekatan tersebut dapat membuat pendengar merasa pengalaman pribadi mereka tercermin dalam sebuah lagu. Ketika lirik atau melodi terasa sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi, musik dapat memberikan perasaan dipahami dan tidak sendirian.