kingsheadwye.com

Infografis: 5 Kebiasaan Tak Biasa yang Dimiliki Orang Jenius, Punya Salah Satunya?

Jakarta - Orang yang memiliki kecerdasan tinggi terkadang memiliki sejumlah kebiasaan yang dianggap aneh, sehingga sering disalahpahami atau bahkan dipandang sebelah mata oleh orang lain. Meski terlihat tidak biasa, kebiasaan tersebut dapat berkaitan dengan cara kerja otak mereka dalam memproses informasi, mencari pengetahuan, dan mengembangkan kreativitas.

Beberapa kebiasaan ini bahkan mungkin terlihat seperti dapat menghambat fungsi otak. Namun, bagi sebagian orang, kebiasaan tersebut justru dapat memberikan ruang untuk mengembangkan ide dan mendorong pola pikir yang lebih mendalam serta tidak biasa.

Salah satunya adalah sering begadang. Orang dengan kecerdasan tinggi disebut cenderung lebih sering tidur larut malam. Menjadi aktif pada malam hari memungkinkan mereka bekerja atau berpikir dalam suasana yang lebih tenang dan minim gangguan, sehingga dapat mendukung kreativitas dan produktivitas.

Orang dengan kecerdasan tinggi disebut memiliki sejumlah kebiasaan tak biasa.Orang dengan kecerdasan tinggi disebut memiliki sejumlah kebiasaan tak biasa. Foto: Suci Risanti Rahmadania/detikHealth

Sebuah studi dari Imperial College London menemukan bahwa orang yang lebih aktif pada malam hari cenderung memperoleh skor tes kognitif lebih tinggi dibandingkan mereka yang lebih produktif pada pagi hari. Meski demikian, durasi tidur tetap penting. Tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam dikaitkan dengan fungsi otak yang optimal, sedangkan tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak dapat membuat seseorang kesulitan berfungsi secara maksimal.

Kebiasaan lain yang mungkin terlihat unik adalah sering berbicara sendiri. Berbicara kepada diri sendiri dapat membantu seseorang mengungkapkan pikirannya secara verbal serta menyuarakan masalah atau persoalan yang sedang berusaha diselesaikan.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Springer Nature Link menyebutkan bahwa self-talk atau berbicara kepada diri sendiri dapat berkaitan dengan berbagai fungsi mental tingkat tinggi, seperti penalaran, pemecahan masalah, perencanaan, perhatian, dan motivasi. Dengan berbicara kepada diri sendiri, seseorang dapat membantu mengatur dan menyusun pikirannya sehingga lebih mudah memahami persoalan yang sedang dihadapi.

Selain itu, orang dengan kecerdasan tinggi disebut kurang menyukai basa-basi. Mereka biasanya lebih menyukai percakapan yang mendalam dan bermakna serta memberikan stimulasi intelektual.

Percakapan ringan terkadang dianggap tidak cukup untuk membangun hubungan yang lebih mendalam dengan orang lain. Sebaliknya, percakapan yang lebih bermakna dapat membuat kedua pihak merasa lebih didengar dan terhubung.

Rasa ingin tahu yang besar juga menjadi kebiasaan yang kerap dikaitkan dengan orang yang memiliki kecerdasan tinggi. Mereka memiliki keinginan untuk mendapatkan stimulasi intelektual sehingga terdorong untuk mempertanyakan berbagai hal. Mereka juga tidak takut mengajukan pertanyaan yang mungkin terlihat sederhana, meskipun sudah memiliki pengetahuan yang luas. Bagi mereka, bertanya merupakan salah satu cara untuk terus memperluas wawasan dan memahami sesuatu secara lebih mendalam.

Kebiasaan terakhir adalah mempelajari keterampilan tak biasa. Orang yang memiliki kecerdasan tinggi biasanya memiliki minat yang besar untuk terus belajar. Mereka senang mengisi waktu dengan mempelajari keterampilan baru dan mengembangkan diri melalui hal-hal yang mungkin tidak biasa dilakukan orang lain.

Cara berpikir yang mandiri dan keinginan untuk mendapatkan stimulasi intelektual dapat mendorong mereka mengeksplorasi berbagai keterampilan baru yang unik dan bernilai.


(suc/suc)