kingsheadwye.com

Inggris dan Argentina kembali bersitegang

Inggris dan Argentina kembali bersitegang

Kamis, 3 September 2026 12:02 WIB

Image Print

Arsip - Salah satu lokasi militer Inggris di Kepulauan Falkland. (Anadolu)

Jakarta (ANTARA) - Inggris dan Argentina kembali bersitegang terkait Kepulauan Falkland atau Malvinas versi Argentina itu.

Kementerian Luar Negeri Inggris kembali menegaskan bahwa wilayah Kepulauan Falkland merupakan dan akan tetap menjadi Wilayah Seberang Laut Inggris, menjelang pernyataan Presiden Argentina Javier Milei mengenai kepulauan tersebut.

Dalam pernyataan kepada Anadolu, pihak Kementerian Luar Neger Inggris menegaskan penjelasan Wakil Menteri Luar Negeri untuk urusan Parlemen Uma Kumaran, kepada parlemen pada Rabu, bahwa posisi Inggris mengenai Kepulauan Falkland “telah lama dan tidak berubah.”

“Kepulauan tersebut merupakan dan akan tetap menjadi Wilayah Seberang Laut Inggris, sesuai dengan keinginan penduduk Kepulauan Falkland,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris.

Juru bicara tersebut menambahkan bahwa hak penduduk kepulauan untuk menentukan nasib sendiri merupakan hal yang utama.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden Milei dalam unggahan di platform media sosial X, pada Selasa mengatakan bahwa ia akan menyampaikan pernyataan mengenai “klaim historis” Argentina atas Kepulauan Falkland dalam siaran nasional yang akan ditayangkan pada Kamis pukul 21.00 waktu setempat.

Milei menyebut apa yang disebutnya sebagai “perjuangan Malvinas” sebagai klaim historis rakyat Argentina yang hingga kini terus melihat kedaulatan nasionalnya dilanggar.

“Kami akan terus membela kepentingan Bangsa Argentina dengan sekuat tenaga, tidak peduli siapa yang merasa terganggu,” kata presiden tersebut.

Pernyataan Milei muncul beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa ia sedang mempertimbangkan kembali dukungan AS terhadap kedaulatan Inggris atas kepulauan tersebut. Langkah itu berpotensi merenggangkan hubungan khusus antara kedua negara.

“Saya selalu meninjau setiap posisi, itu hanyalah salah satu dari banyak posisi,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa.

Pada 2013, penduduk Kepulauan Falkland memberikan suara secara mayoritas mutlak untuk tetap menjadi Wilayah Seberang Laut Inggris. Dari 1.517 suara yang diberikan dalam referendum, sebanyak 1.513 suara mendukung, sementara tiga suara menolak.

Kepulauan tersebut diinvasi oleh junta militer Argentina pada 1982, yang memicu perang selama 10 pekan dan berakhir dengan kemenangan telak Inggris.

Sengketa wilayah itu kemudian merambah ke kancah olahraga internasional setelah tim nasional sepak bola Argentina mengalahkan Inggris 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta, Amerika Serikat.

Dalam perayaan seusai pertandingan, sejumlah pemain Argentina membentangkan spanduk yang diberikan oleh seorang suporter bertuliskan, “Las Malvinas son Argentinas” atau “Malvinas adalah milik Argentina.”

Aksi tersebut memicu kecaman dari pejabat Inggris, yang mendesak badan sepak bola dunia, FIFA, untuk mengambil tindakan.

FIFA kemudian membuka proses disipliner resmi terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) karena menggunakan sebuah ajang olahraga untuk melakukan aksi yang bersifat non-olahraga, yang dianggap melanggar ketentuan dalam kode disiplin FIFA mengenai aksi atau pesan politik.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.