IOH layani lebih dari 14 juta pelanggan di Jatim pada semester I 2026 - ANTARA News Jawa Timur
Program desa terkoneksi menjadi salah satu pendorong peningkatan pemanfaatan layanan
Surabaya (ANTARA) - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melayani lebih dari 14 juta pelanggan di Jawa Timur hingga akhir kuartal II 2026, didukung peningkatan pemanfaatan layanan data sebesar 9,6 persen secara tahunan (year on year/YoY) melalui perluasan konektivitas digital di wilayah perdesaan.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan kinerja perusahaan pada semester I 2026 menunjukkan transformasi berbasis kecerdasan artifisial (AI) mampu memperkuat bisnis sekaligus membangun fondasi pertumbuhan digital Indonesia.
"Pertumbuhan yang kami capai menjadi bukti kuat bahwa strategi kami berjalan baik sekaligus mencerminkan momentum positif dari perjalanan transformasi kami," kata Vikram saat konferensi pers yang diikuti secara daring, di Surabaya, Selasa.
Ia menjelaskan, jika perusahaan akan terus mengakselerasi transformasi dengan memperkuat kapabilitas AI sebagai mesin pertumbuhan masa depan sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem AI di Indonesia.
Pada semester I 2026, Indosat membukukan pendapatan sebesar Rp30,7 triliun atau tumbuh 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara, EBITDA meningkat 14 persen menjadi Rp14,6 triliun dengan margin mencapai 47,6 persen, sedangkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang dinormalisasi naik 49,2 persen menjadi Rp3,2 triliun.
Selain itu, trafik data meningkat 19,9 persen secara tahunan, diikuti kenaikan average revenue per user (ARPU) sebesar 17,3 persen menjadi Rp46 ribu, dengan jumlah pelanggan seluler mencapai 93,4 juta.
Sementara itu, Executive Vice President Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison Fahd Yudhanegoro mengatakan Jawa Timur menjadi basis pelanggan terbesar kedua Indosat di Indonesia dengan lebih dari 14 juta pelanggan hingga akhir kuartal II 2026.
"Program desa terkoneksi menjadi salah satu pendorong peningkatan pemanfaatan layanan data di Jawa Timur yang tumbuh 9,6 persen secara tahunan dengan menjangkau 230 desa," kata Fahd.
Ia menjelaskan program tersebut dijalankan melalui pendekatan langsung kepada masyarakat dan didukung kolaborasi dengan pelaku usaha setempat untuk memperluas akses konektivitas serta edukasi digital.
Upaya tersebut, kata dia, juga diperkuat dengan hampir 25.000 BTS 4G dan 650 BTS 5G untuk mendukung kebutuhan layanan data yang terus meningkat di Jawa Timur.
Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.