Iran Bombardir Infrastruktur Logistik-Pengisian Bahan Bakar Kapal AS di Oman
Minggu, 12 Juli 2026 - 23:13 WIB
Jakarta, VIVA – Korps Garda Revolusi Islami (IRGC) Iran mengklaim telah menyerang pusat dukungan logistik dan platform pengisian bahan bakar yang melayani kapal induk Amerika Serikat di Pelabuhan Duqm di Oman.
Baca Juga
Langkah ini dilakukan Iran sebagai fase ketiga serangan balasan atas agresi Amerika Serikat (AS) yang terbaru.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam pernyataan di media Sepah News pada Minggu, IRGC mengatakan Angkatan Udaranya telah meluncurkan "serangan berat dan mengejutkan" kepada "pusat dukungan logistik bagi Angkatan Laut dan platform pengisian bahan bakar kapal induk AS di Pelabuhan Duqm, Oman".
Baca Juga
Pernyataan itu menjelaskan operasi tersebut sebagai balasan atas agresi mematikan dari AS .
IRGC menyatakan kebulatan tekad bangsa Iran tercermin saat prosesi pemakaman pemimpin besar Iran Ali Khamenei yang dihadiri puluhan juta rakyat sebagai keberanian para pejuangnya.
Baca Juga
Pernyataan itu diakhiri dengan mengutip ayat Al Quran; "Kemenangan hanyalah milik Allah semata, yang Maha Esa, dan Maha Bijaksana".
Pernyataan itu diumumkan usai militer AS melanjutkan upaya agresinya ke Iran selatan sebagai tanggapan atas penutupan kembali Selat Hormuz oleh Angkatan Laut IRGC.
IRGC juga menyampaikan bahwa kapal kedua yang dianggap melanggar peraturan di Selat Hormuz telah dilumpuhkan melalui operasi militer balasan.
Menurut pernyataan Departemen Hubungan Masyarakat IRGC pada Minggu, tindakan itu dilakukan sebagai balasan atas serangan AS kepada markas militer Iran yang berada di pesisir pantai.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
IRGC juga mengklaim bahwa fase kedua balasan, yakni rudal balistik yang menargetkan Pangkalan Udara AS di Al Udeid, Qatar, telah menghantam markas pusat perbaikan dan perawatan pesawat tempur dan fasilitas kendali.
Iran juga memperingatkan bahwa kelanjutan serangan AS dan Israel akan dibalas dengan serangan militer yang lebih kuat. (Ant)
Masa Kesepakatan Sepihak Berakhir, Iran Desak AS: Tepati Janji atau Tanggung Akibatnya!
Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiatir utama Iran dalam perundingan dengan Amerika Serikat (AS) Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut kesepakatan sepihak telah berakhir.
VIVA.co.id
12 Juli 2026