Iran Tak Lagi Percaya AS untuk Berunding, Ketegangan Kembali Memanas?
Minggu, 27 September 2026 - 07:50 WIB
VIVA –Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahwa Tehran kini tidak lagi mempercayai perundingan dengan Amerika Serikat (AS). Menurutnya, sejumlah putaran perundingan sebelumnya justru diikuti serangan dan pemberlakuan sanksi.
Baca Juga
"Kami tidak memiliki kepercayaan kepada pihak Amerika dan tidak tahu atas dasar apa kesepahaman dapat dicapai dengan mereka," kata Pezeshkian dalam wawancara yang ditayangkan stasiun televisi berbasis Qatar tersebut pada Sabtu 26 September dikutip dari laman Al Jazeerah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengunjungi AS pekan ini untuk menghadiri pertemuan para pemimpin dunia dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam kesempatan itu, Iran mengusulkan kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran dalam perang AS-Israel terhadap Iran serta membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.
Baca Juga
Araghchi mengatakan kepada wartawan pada Jumat lalu bahwa langkah awal kesepakatan akan membutuhkan waktu empat hingga lima hari. Selat Hormuz kemudian akan dibuka kembali pada hari keenam, sementara pada hari ketujuh, perundingan dengan AS akan dimulai untuk mencapai kesepakatan akhir mengenai sejumlah isu yang telah disepakati bersama, termasuk program nuklir Iran.
Berdasarkan proposal tersebut, Washington akan mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, membebaskan penjualan minyak Iran dari sanksi, mencairkan sekitar US$12 miliar aset Iran yang dibekukan, serta menerapkan gencatan senjata yang mencakup kawasan, termasuk Lebanon dan Yaman.
Baca Juga
Sebagai imbalannya, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz. Sebelum perang, sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia melewati jalur strategis tersebut. Kini, selat itu menjadi salah satu alat tawar utama Teheran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pezeshkian mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Qatar dan Pakistan sebagai mediator tengah menyampaikan pesan-pesan Iran kepada Washington. Dia menyebut perundingan tersebut mengacu pada Memorandum of Understanding (MoU) yang sebelumnya disepakati kedua pihak pada Juni. Namun, kesepakatan itu berakhir bulan lalu sehingga AS perlu memperjelas kembali sikapnya terhadap perjanjian tersebut.
Perang dimulai pada akhir Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Trump Tolak Proposal Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Akankah Serangan Kembali Terjadi?
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu waktu setempat menolak proposal terbaru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Apa alasan dibaliknya?
VIVA.co.id
27 September 2026